Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan klaim mengejutkan terkait operasi militer negaranya terhadap Iran. Menurut Trump, serangan yang dilancarkan AS telah berjalan sangat sukses, bahkan melebihi ekspektasi. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pernyataan ini menambah panas tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas.
Berbicara dari Gedung Putih, di samping Kanselir Jerman Friedrich Merz yang sedang berkunjung, Trump dengan tegas menyatakan bahwa seluruh fasilitas militer Iran telah dilumpuhkan. "Kita berhasil dengan sangat baik," ujarnya, seperti dilansir AFP pada Rabu (4/3/2026). Ia merinci, "Mereka tidak memiliki angkatan laut, itu telah dihancurkan. Mereka tidak memiliki angkatan udara, itu telah dihancurkan. Mereka tidak memiliki sistem deteksi udara – itu telah dihancurkan."

Namun, di tengah klaim kemenangan total tersebut, Trump juga mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal ke negara-negara tetangga di Teluk. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa AS tidak tinggal diam, dengan terus menyerang fasilitas peluncuran rudal milik Iran untuk menekan kemampuan ofensif Teheran.
Eskalasi konflik ini bukan isapan jempol. Laporan sebelumnya dari internationalmedia.co.id, mengutip BBC pada Selasa (3/3), menyebutkan bahwa AS dan Israel secara konsisten melancarkan serangan terhadap Iran. Dampak kemanusiaan dari konflik ini mulai terasa, dengan setidaknya 300 warga Iran dilaporkan telah mengungsi ke negara tetangga, Pakistan.
Para pengungsi tersebut tiba di Provinsi Balochistan, Pakistan, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Iran. Balochistan sendiri dikenal sebagai area yang rawan gejolak, menjadi markas bagi berbagai kelompok separatis yang telah melancarkan pemberontakan selama puluhan tahun. Kedatangan ratusan pengungsi ini menambah kompleksitas situasi di wilayah yang sudah tidak stabil tersebut.

