Internationalmedia.co.id – News – Teheran, Iran mengumumkan klaim mengejutkan mengenai dampak serangan balasan mereka terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Menurut juru bicara militer Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, setidaknya 560 tentara AS dilaporkan tewas atau terluka dalam operasi yang dilancarkan sebagai respons atas agresi AS dan Israel.
Kolonel Ebrahim Zolfaghari, yang menjabat sebagai juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya pada Angkatan Bersenjata Iran, mengungkapkan rincian ini pada Selasa (3/3). Ia menyatakan bahwa "Operasi Janji Sejati 4" merupakan respons tegas terhadap serangkaian serangan yang dilancarkan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2), termasuk insiden yang menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam operasi pembalasan tersebut, Zolfaghari mengklaim bahwa empat rudal jelajah berhasil diluncurkan dan mengenai kapal induk AS, USS Abraham Lincoln. Akibat serangan ini, kapal induk tersebut dilaporkan terpaksa mundur dan bergerak menuju perairan tenggara Samudra Hindia.
Tidak hanya itu, pangkalan udara Ali al-Salem milik AS di Kuwait juga menjadi sasaran. Menurut Zolfaghari, serangan tersebut menyebabkan pangkalan itu lumpuh total dan menghancurkan sejumlah infrastruktur angkatan laut AS yang berada di sana.
Di Bahrain, juru bicara militer Iran itu juga melaporkan bahwa empat drone tempur Iran menghantam pangkalan Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman, mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas komando dan pendukungnya. Selain itu, dua rudal balistik Iran disebut telah diluncurkan ke pangkalan lain di Bahrain yang menampung pasukan AS.
Jet-jet tempur Angkatan Udara Iran juga diklaim telah melancarkan serangan udara terhadap pangkalan-pangkalan AS yang tersebar di beberapa negara Teluk serta di wilayah Kurdistan Irak.
"Setidaknya 560 personel militer Amerika telah tewas dan terluka dalam serangkaian serangan balasan Iran hingga saat ini," tegas Zolfaghari. Namun, perlu dicatat bahwa angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga. Hingga berita ini diturunkan, Amerika Serikat baru mengonfirmasi adanya empat korban jiwa di pihaknya akibat serangan Iran.
Dalam kesempatan terpisah pada Senin (2/3), Zolfaghari juga mengeluarkan peringatan keras kepada Israel. Ia menegaskan bahwa sirene peringatan serangan rudal akan terus meraung di wilayah pendudukan, seiring dengan berlanjutnya operasi pembalasan tanpa henti. Teheran bahkan telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga Israel yang berada di area-area yang menjadi target serangan.
Konteks dari eskalasi ini adalah serangkaian serangan yang dilancarkan pasukan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2), menargetkan ratusan sasaran di Iran. Target-target tersebut meliputi fasilitas rudal, angkatan laut, serta pusat komando dan kendali militer. Serangan ini dilaporkan telah merenggut nyawa beberapa tokoh penting dan pejabat tinggi di Teheran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran melaporkan bahwa total korban tewas di pihak mereka akibat gelombang serangan AS-Israel telah mencapai setidaknya 555 orang.

