Kabar mengejutkan datang dari Teheran, Iran, menyangkut mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Ia dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar ibu kota Iran pada Sabtu lalu. Namun, informasi ini segera dibantah keras oleh Partai Dolate Bahar, partai yang menaungi Ahmadinejad. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, bantahan resmi telah dikeluarkan untuk menepis spekulasi yang beredar luas.
Melalui situs resminya, Partai Dolate Bahar secara tegas menyatakan bahwa laporan mengenai "kematian martir" Dr. Ahmadinejad dalam insiden serangan AS-Israel tersebut adalah informasi yang tidak benar. Pernyataan ini diperkuat oleh seorang penasihat dekat mantan Presiden yang menjabat dua periode dari tahun 2005 hingga 2013 itu.

Penasihat yang enggan disebutkan namanya itu, seperti dilansir Anadolu Agency, memastikan bahwa Ahmadinejad dalam keadaan hidup dan tidak mengalami luka sedikit pun. Ia bahkan mengklaim telah berkomunikasi langsung dengan mantan pemimpin Iran tersebut. "Saya berkomunikasi dengannya. Semuanya baik-baik saja," ujarnya.
Meski demikian, penasihat tersebut membenarkan adanya serangan yang menargetkan kepemimpinan senior dan infrastruktur militer Iran. Sebuah bangunan yang terkait dengan pengawal keamanan Ahmadinejad memang terkena dampak serangan tersebut, mengakibatkan tewasnya tiga anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) yang bertugas sebagai pengawalnya. Namun, kediaman pribadi Ahmadinejad, yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, disebut tidak menjadi target dan tidak mengalami kerusakan.
Kabar awal mengenai kematian Ahmadinejad sendiri pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Iran, ILNA. Laporan tersebut menyebutkan bahwa mantan presiden berusia 69 tahun itu tewas di kediamannya di area Teheran bagian timur, bersama dengan pengawal keamanannya. Namun, perlu digarisbawahi bahwa laporan-laporan semacam ini sulit untuk diverifikasi secara independen mengingat situasi yang kompleks dan tertutup di Iran saat ini.
Di tengah simpang siur kabar ini, kantor berita Iran lainnya, ISNA, justru menerbitkan pernyataan terbaru dari Ahmadinejad yang membahas dugaan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei sendiri dikabarkan tewas akibat serangan AS dan Israel pada akhir pekan, sebuah informasi yang diumumkan oleh televisi pemerintah Iran pada Minggu malam waktu setempat. Situasi ini menambah ketegangan dan ketidakpastian di kawasan tersebut.

