Internationalmedia.co.id – News melaporkan, gelombang serangan udara baru oleh Israel telah menghantam lebih dari 30 lokasi strategis di Iran bagian barat dan tengah. Eskalasi ini terjadi menyusul kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut-sebut tewas dalam serangan sebelumnya.
Menurut laporan Aljazeera pada Minggu (1/3/2026), puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel dikerahkan dalam operasi ini. Pesawat-pesawat tempur tersebut, yang dipandu oleh intelijen militer, secara spesifik menargetkan susunan rudal balistik dan sistem pertahanan udara rezim Iran.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel menegaskan bahwa serangan ini merupakan kelanjutan dari upaya mereka untuk menargetkan "rezim teror Iran." Mereka juga mengindikasikan bahwa serangan akan terus berlanjut terhadap instalasi pertahanan udara, lokasi rudal, markas militer, dan "target rezim" lainnya di seluruh Iran.
Serangan terbaru ini merupakan tindak lanjut dari operasi gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2) sebelumnya. Dalam serangan tersebut, kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei di Teheran, dilaporkan menjadi sasaran puluhan bom. Kabar kematian Khamenei dalam insiden tersebut telah memicu gelombang ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan.
Menanggapi kematian pemimpin mereka dan serangkaian serangan yang berkelanjutan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengeluarkan ancaman serius. IRGC bersumpah akan melancarkan "operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran" yang akan menargetkan wilayah dan pangkalan-pangkalan Amerika yang mereka sebut sebagai "teroris" dan "diduduki." Situasi di Timur Tengah kini berada di ambang konflik yang lebih luas.

