Internationalmedia.co.id – News – Mantan Menteri Luar Negeri sekaligus Ibu Negara Amerika Serikat, Hillary Clinton, menjalani sesi interogasi maraton selama hampir tujuh jam oleh komite Kongres AS. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berpusat pada dugaan keterkaitan keluarganya dengan terpidana kejahatan seks anak, Jeffrey Epstein. Dalam sesi tertutup yang berlangsung Kamis (26/2) dan dilaporkan Jumat (27/2), Hillary dengan tegas membantah pernah bertemu Epstein atau memiliki informasi relevan mengenai aktivitas kriminalnya.
Dalam pernyataan yang dirilis di tengah berlangsungnya kesaksiannya, Hillary secara eksplisit menyatakan, "Saya tidak ingat pernah bertemu dengan Epstein. Saya tidak pernah menumpang pesawatnya, mengunjungi pulaunya, rumahnya, atau kantornya." Penegasan ini menjadi inti pembelaannya di hadapan para anggota parlemen.

Meski demikian, Hillary mengakui mengenal Ghislaine Maxwell, sosok yang kini dipenjara atas perannya dalam kejahatan seks Epstein. Menurut Hillary, perkenalan dengan Maxwell bersifat "biasa saja sebagai kenalan" dan Maxwell hadir di pernikahan putrinya, Chelsea Clinton, pada tahun 2010 sebagai "pendamping dari seorang tamu undangan."
Sesi interogasi Komite Pengawasan DPR AS ini berlangsung tertutup, sebuah keputusan yang bertentangan dengan keinginan Hillary yang sebelumnya meminta agar proses tersebut dibuka untuk publik. Permintaan tersebut ditolak oleh DPR AS yang mayoritas dikuasai Partai Republik. Pertemuan ini sendiri dilaksanakan di Chappaqua, New York, lokasi yang tidak jauh dari kediaman Hillary dan suaminya, mantan Presiden Bill Clinton.
Setelah hampir tujuh jam memberikan kesaksian, Hillary muncul di hadapan awak media untuk memberikan penjelasan. Ia menyatakan telah "menjawab setiap pertanyaan mereka selengkap mungkin berdasarkan apa yang saya ketahui." Di hadapan wartawan, ia kembali menegaskan tidak pernah bertemu atau berkomunikasi dengan Epstein, bahkan melontarkan keluhan, "Saya tidak tahu berapa kali saya harus mengatakan, ‘Saya tidak mengenal Jeffrey Epstein’."
Dalam kesempatan tersebut, Hillary juga melayangkan kritik tajam kepada Partai Republik yang menguasai DPR AS. Ia menyayangkan penolakan untuk mengadakan sidang terbuka dan tidak mengizinkan kehadiran media, yang menurutnya memaksa dirinya untuk menjelaskan isi sesi tertutup itu kepada publik. Laporan dari CNN bahkan menyebutkan bahwa dalam pernyataan pembukaannya, Hillary mempertanyakan mengapa komite yang dipimpin Republik tidak memanggil figur lain yang juga memiliki koneksi dengan Epstein, termasuk mantan Presiden Donald Trump.
Menanggapi hal itu, Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer dari Partai Republik, menolak gagasan untuk memanggil Trump. "Presiden Trump telah menjawab ratusan, bahkan mungkin ribuan pertanyaan dari Anda semua tentang Epstein, dan saya pikir dia sangat transparan dalam merilis dokumen-dokumen tersebut," ujar Comer kepada wartawan usai kesaksian Hillary.
Setelah Hillary, giliran mantan Presiden Bill Clinton yang dijadwalkan akan menghadapi interogasi dari komite yang sama pada Jumat (27/2) waktu AS, menambah daftar panjang individu yang dimintai keterangan terkait skandal Epstein.

