Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tragis kembali mencoreng upaya perdamaian di perbatasan Thailand dan Kamboja. Seorang prajurit Angkatan Darat Thailand dilaporkan kehilangan satu kakinya akibat ledakan ranjau darat di wilayah sengketa tersebut pada Jumat (27/2) dini hari. Kejadian ini terjadi di tengah gencatan senjata yang sangat rapuh, menyusul berbulan-bulan bentrokan sengit di antara kedua negara.
Wilayah perbatasan yang dikelilingi hutan lebat ini telah menjadi titik panas konflik yang merenggut puluhan nyawa sejak musim panas lalu. Akar permasalahan sengketa ini telah berlangsung lebih dari satu abad, berawal dari penetapan batas wilayah pada era kolonial Prancis. Pada puncak pertempuran Juli dan Desember tahun lalu, lebih dari satu juta warga sipil terpaksa mengungsi di sepanjang garis perbatasan sepanjang 800 kilometer sebelum gencatan senjata sementara diberlakukan.

Militer Thailand dalam pernyataan resminya, yang dikutip kantor berita AFP pada Jumat (27/2), mengonfirmasi detail insiden tersebut. "Seorang tentara terluka parah dan kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau darat," demikian bunyi pernyataan itu. Disebutkan bahwa kejadian nahas tersebut berlangsung sekitar subuh di provinsi perbatasan Surin.
Kedua negara, baik Thailand maupun Kamboja, telah berulang kali saling melayangkan tuduhan pelanggaran gencatan senjata, mulai dari tembakan senjata hingga mortir lintas perbatasan. Bangkok secara khusus menuduh pasukan Phnom Penh telah memasang ranjau darat baru di wilayah sengketa. Namun, terkait insiden hari Jumat, militer Thailand menyatakan bahwa "pemeriksaan awal" menunjukkan ranjau darat tersebut "terkubur jauh di dalam tanah liat dan tertutup dedaunan," mengindikasikan bahwa ranjau tersebut bukanlah ranjau yang baru dipasang.
Perlu diketahui, wilayah perbatasan Kamboja memang masih dipenuhi dengan amunisi yang belum meledak (UXO) dari konflik-konflik terpisah yang terjadi beberapa dekade lalu, menjadikannya zona berbahaya. Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang dicapai Desember lalu, Kamboja dan Thailand telah berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan. Insiden terbaru ini menjadi pengingat pahit akan bahaya yang masih mengintai.

