Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan mengejutkan di hadapan Kongres AS. Dalam pidato kenegaraan perdananya sejak kembali ke Gedung Putih, Trump mengklaim telah berhasil mengakhiri setidaknya delapan konflik global selama 10 bulan pertama masa jabatan keduanya, termasuk yang disebutnya sebagai potensi perang nuklir antara India dan Pakistan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan klaim ini disampaikan pada Selasa (24/2) waktu setempat, seperti dilansir The New Indian Express.
Secara spesifik, Trump menyoroti ketegangan antara New Delhi dan Islamabad yang, menurutnya, nyaris memicu konflik nuklir pada Mei 2025. Ia bahkan mengulang klaim bahwa Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, secara pribadi mengatakan kepadanya bahwa 35 juta jiwa akan melayang jika bukan karena intervensi langsungnya.

Ini bukan kali pertama mantan presiden tersebut melontarkan klaim serupa. Sebelumnya, pada pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC, 19 Februari lalu, Trump juga pernah menyebut telah menyelamatkan "25 juta nyawa" dan menghentikan "penembakan jet-jet mahal" dalam konflik yang sama.
Namun, klaim Trump ini berbanding terbalik dengan pernyataan India. New Delhi secara konsisten membantah adanya keterlibatan pihak ketiga, termasuk AS, dalam tercapainya gencatan senjata dengan Pakistan. Pemerintah India menegaskan bahwa kesepakatan tersebut murni hasil dari pembicaraan langsung antara pejabat militer kedua negara, tanpa campur tangan eksternal.
Selain India dan Pakistan, Trump juga menyebut beberapa konflik lain yang diklaimnya telah berhasil diselesaikan atau dibantu penyelesaiannya. Daftar tersebut mencakup perselisihan antara Kosovo dan Serbia, Israel dan Iran, Mesir dan Ethiopia, Armenia dan Azerbaijan, Kongo dan Rwanda, serta konflik di Gaza.
Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak lupa memberikan apresiasi kepada tim perunding AS, khususnya Utusan Khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, atas kontribusi mereka dalam upaya-upaya perdamaian ini.
Menutup pidatonya, Trump menegaskan komitmennya untuk memulihkan keamanan baik di dalam maupun luar negeri. "Kita dengan bangga memulihkan keselamatan bagi warga Amerika di dalam negeri dan kita juga memulihkan keamanan bagi warga Amerika di luar negeri. Negara kita tidak pernah sekuat ini," pungkasnya, menggarisbawahi visi kepemimpinannya.

