Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Dunia Bergejolak Trump Murka
Trending Indonesia

Dunia Bergejolak Trump Murka

GunawatiBy Gunawati24-02-2026 - 18.45Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Dunia Bergejolak Trump Murka
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara tegas menepis laporan media yang mengklaim bahwa jenderal militer tertinggi AS menentang potensi konflik dengan Iran. Trump bahkan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu". Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa bantahan keras ini muncul di tengah eskalasi ketegangan global, terutama di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, sejumlah media AS dan Israel, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (24/2/2026), mengindikasikan bahwa pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, telah memberikan peringatan kepada pemerintahan Trump agar tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas dengan keputusan Amerika Serikat untuk mengevakuasi puluhan personel Kedutaan Besarnya di Lebanon pada Senin (23/2) waktu setempat. Langkah darurat ini diambil menyusul ancaman Presiden Trump yang kian gencar untuk menyerang Iran, sebuah negara yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan kelompok Syiah Hizbullah di Lebanon. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi kepada Anadolu Agency dan AFP pada Selasa (24/2/2026) bahwa personel diplomatik non-darurat beserta anggota keluarga yang memenuhi syarat telah dipindahkan dari misi diplomatik di Beirut. Keputusan ini, menurut pejabat tersebut, bersifat "sementara" sebagai langkah antisipasi.

Dunia Bergejolak Trump Murka
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di sisi lain, respons keras juga datang dari Teheran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas jika negaranya diserang. Peringatan ini dilontarkan Gharibabadi setelah Presiden Trump secara signifikan meningkatkan ancaman serangan dan mengerahkan kekuatan udara serta laut secara masif ke kawasan Timur Tengah. Dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, seperti dikutip AFP pada Selasa (24/2/2026), Gharibabadi menyerukan kepada seluruh negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keadilan untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Trump sendiri dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengancam akan mengerahkan aksi militer jika Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir yang kembali bergulir awal Februari ini.

Sementara itu, di wilayah lain, 18 negara secara serentak melayangkan kecaman terhadap langkah-langkah Israel yang memperketat kendalinya atas Tepi Barat yang diduduki. Mereka menuding tindakan tersebut sebagai upaya aneksasi de facto wilayah dan pelemahan kedaulatan negara Palestina. Pemerintah Israel telah menyetujui serangkaian inisiatif kontroversial bulan ini, yang didukung oleh para menteri sayap kanan, termasuk meluncurkan proses untuk mendaftarkan tanah di Tepi Barat sebagai "milik negara" dan mengizinkan warga Israel untuk membeli tanah di sana secara langsung. Pernyataan bersama ke-18 negara tersebut, dilansir kantor berita AFP pada Selasa (24/2/2026), menegaskan bahwa langkah-langkah ini "merupakan bagian dari arah yang jelas bertujuan untuk mengubah realitas di lapangan dan untuk melakukan aneksasi de facto yang tidak dapat diterima."

Dari Eropa Timur, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingati empat tahun invasi Rusia dengan pernyataan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah gagal mencapai tujuan perangnya di Ukraina. Dalam pidato emosionalnya, Zelensky menekankan kesiapan Ukraina untuk melakukan "segala sesuatu" yang dapat dilakukan demi mengamankan perdamaian. Perang yang dimulai pada 24 Februari 2022 ini telah menewaskan ratusan ribu orang dan menjadi konflik paling mematikan di tanah Eropa sejak Perang Dunia II.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

18 Negara Kompak Lawan Israel

24-02-2026 - 23.30

Hujan Ekstrem Brasil Tewaskan Puluhan

24-02-2026 - 23.15

Lebanon di Ambang Bahaya Infrastruktur Jadi Target Utama

24-02-2026 - 23.00

Konsekuensi Mengerikan Serangan AS ke Iran

24-02-2026 - 21.45

Ancaman Misterius Guncang Kediaman PM Australia

24-02-2026 - 21.15

Iran Peringatkan Batas Merah Saat Mahasiswa Turun Jalan Lagi

24-02-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.