Internationalmedia.co.id – News melaporkan dari Jakarta bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas menyatakan kegagalan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mencapai ambisi perangnya di negaranya. Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam peringatan empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.
Dalam pidato yang penuh makna, Zelensky menegaskan komitmen Ukraina untuk melakukan "segala sesuatu" demi mengamankan perdamaian. Konflik yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022 ini telah merenggut nyawa ratusan ribu orang, menjadikannya perang paling mematikan di tanah Eropa sejak Perang Dunia II. Upaya perundingan yang sempat digagas kembali tahun lalu dengan dukungan Amerika Serikat, sayangnya, belum mampu menghentikan rentetan pertempuran.

Dengan nada tegas, Zelenskyy menyatakan, "Putin belum mencapai tujuannya. Dia tidak menghancurkan Ukraina. Dia tidak memenangkan perang ini. Kami telah mempertahankan Ukraina, dan kami akan melakukan segala upaya untuk mencapai perdamaian — dan untuk memastikan adanya keadilan," seperti dilansir kantor berita AFP pada Selasa (24/2/2026). Ia melanjutkan, "Kami menginginkan perdamaian. Perdamaian yang kuat, bermartabat, dan abadi," sembari menekankan bahwa setiap perjanjian damai "tidak hanya harus ditandatangani, tetapi juga harus diterima oleh rakyat Ukraina."
Peringatan empat tahun ini juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin sekutu Ukraina, menunjukkan solidaritas internasional. Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson berada di Kyiv pada Selasa (24/2) untuk menandai momen penting ini. Kepala Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, turut hadir, menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan Eropa.
Melalui sebuah video yang diunggah di media sosial, von der Leyen menyatakan keinginannya untuk menegaskan bahwa Eropa "berdiri tanpa ragu bersama Ukraina, secara finansial, militer, dan melewati musim dingin yang keras ini." Ia menambahkan pesan yang jelas kepada rakyat Ukraina dan agresor: "kami tidak akan menyerah sampai perdamaian dipulihkan. Perdamaian dengan syarat-syarat Ukraina."

