Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Gaza di Ambang Pendudukan Penuh Israel
Trending Indonesia

Gaza di Ambang Pendudukan Penuh Israel

GunawatiBy Gunawati24-02-2026 - 07.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gaza di Ambang Pendudukan Penuh Israel
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, baru-baru ini melontarkan pernyataan tegas yang mengguncang dinamika konflik di Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id – News melaporkan dari Tel Aviv, Smotrich mengisyaratkan bahwa Hamas akan segera dihadapkan pada ultimatum untuk melucuti seluruh persenjataannya. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, militer Israel (IDF) mengancam akan melakukan pendudukan penuh atas seluruh wilayah Gaza.

Dalam wawancara dengan penyiar publik Kan, Smotrich secara eksplisit menyatakan, "Kami memperkirakan bahwa dalam beberapa hari mendatang, Hamas akan diberi ultimatum untuk melucuti senjata dan sepenuhnya melakukan demiliterisasi Gaza." Ia menambahkan bahwa jika Hamas tidak mematuhi, IDF akan memiliki "legitimasi internasional dan dukungan Amerika" untuk melaksanakannya sendiri. Smotrich menegaskan, IDF telah mempersiapkan diri dan sedang menyusun rencana untuk skenario tersebut.

Gaza di Ambang Pendudukan Penuh Israel
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan ini muncul di tengah fase kedua gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat di Gaza. Sebelumnya, pada fase pertama, tentara Israel mundur ke posisi di belakang Garis Kuning, namun tetap menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut. Fase kedua, yang secara resmi dimulai bulan lalu, mengagendakan penarikan bertahap tentara Israel dan pelucutan senjata Hamas, sebuah poin yang ditentang keras oleh kelompok militan tersebut.

Smotrich, yang juga merupakan anggota kabinet keamanan Israel yang bertugas menyetujui operasi militer skala besar, tidak ragu-ragu dalam pernyataannya. "Militer Israel pasti akan memasuki dan menduduki Gaza jika Hamas tidak bubar," ujarnya. Ketika ditanya mengenai detail operasional, ia mengungkapkan bahwa "saat ini ada dua atau tiga alternatif yang sedang kami pertimbangkan" untuk melancarkan operasi tersebut.

Rencana perdamaian yang diajukan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, juga mencakup pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) berkekuatan 20.000 personel, yang beberapa negara telah berkomitmen untuk bergabung. Smotrich mengklaim bahwa koordinasi dengan Amerika telah dilakukan terkait bagaimana IDF akan beroperasi melawan Hamas di tengah keberadaan tentara asing. "Hamas akan mundur dengan sangat cepat dan membiarkan (militer Israel) masuk. Ini dikoordinasikan dengan Amerika," katanya. Namun, ia juga menambahkan nada skeptis, "Ngomong-ngomong, saya belum melihat mereka masuk secepat itu," merujuk pada Pasukan Keamanan Israel (ISF).

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Raja Narkoba Tewas Trump Bersuara

24-02-2026 - 10.45

Peran Krusial Adik Kim Jong Un Terungkap

24-02-2026 - 10.00

Rahasia Senjata Triliunan Rusia Iran Terbongkar

24-02-2026 - 07.30

Ledakan Misterius Guncang Ukraina Selatan Polisi Terluka

24-02-2026 - 07.00

Mata-mata Lintas Negara Terjaring di Polandia

24-02-2026 - 03.45

Akhir Sang Raja Narkoba Meksiko Membara

24-02-2026 - 03.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.