Gelombang serangan udara mematikan dilancarkan Pakistan ke wilayah Afghanistan, menewaskan puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak tak berdosa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, operasi militer ini merupakan respons terhadap insiden bom bunuh diri baru-baru ini, menargetkan tujuh titik yang diklaim sebagai sarang militan di sepanjang perbatasan.
Pemerintah Pakistan mengonfirmasi bahwa operasi tersebut menargetkan kelompok militan yang berbasis di Afghanistan, termasuk Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasi Negara Islam (ISIS). Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan dalam pernyataannya menegaskan bahwa serangan ini adalah balasan atas serangkaian insiden teror, termasuk bom bunuh diri yang mengguncang Pakistan.

Namun, pihak Afghanistan segera melaporkan dampak tragis terhadap warga sipil. Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan bahwa "puluhan warga sipil tak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan terluka" akibat serangan yang menghantam madrasah dan rumah-rumah penduduk di provinsi Nangarhar dan Paktika.
Seorang jurnalis dari AFP yang berada di distrik Bihsud, Nangarhar, menyaksikan langsung upaya penyelamatan yang memilukan. Warga setempat, dari daerah terpencil dan pegunungan, bergotong royong dengan tim penyelamat, menggunakan ekskavator dan sekop untuk mencari korban di bawah tumpukan reruntuhan bangunan yang hancur.
Amin Gul Amin (37), seorang warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian, mengungkapkan kepedihannya. "Orang-orang di sini adalah orang biasa. Penduduk desa ini adalah kerabat kami. Ketika pemboman terjadi, seorang yang selamat berteriak meminta bantuan," ujarnya. Polisi Nangarhar menambahkan bahwa serangan udara yang dimulai sekitar tengah malam itu menghantam tiga distrik, dengan salah satu rumah dilaporkan menampung 23 anggota keluarga, di mana lima di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi terluka.
Insiden ini menandai serangan paling ekstensif yang dilancarkan Pakistan ke Afghanistan sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu, yang kala itu menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua belah pihak dan melukai ratusan lainnya, menggarisbawahi ketegangan yang terus memanas di wilayah tersebut.

