Internationalmedia.co.id – News – Kepulauan Fiji di Pasifik Selatan diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 pada Minggu pagi, 22 Februari 2026. Meskipun getaran cukup kuat, otoritas terkait memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan pasca-kejadian, membawa kelegaan bagi penduduk setempat.
Menurut laporan dari Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) yang dikutip oleh Xinhua, gempa ini tercatat terjadi tepat pukul 07:43:24 GMT. Yang menarik perhatian adalah kedalamannya yang luar biasa, mencapai 630,4 kilometer di bawah permukaan laut. Titik koordinat gempa teridentifikasi pada 21,71 derajat lintang selatan dan 179,71 derajat bujur timur, menempatkannya jauh di dalam perut bumi.

Informasi lebih lanjut dari The Watchers, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), mengonfirmasi bahwa gempa M 6 tersebut tidak memicu ancaman tsunami. Pusat gempa berlokasi sekitar 416 kilometer selatan Levuka, kota dengan populasi sekitar 8.360 jiwa, dan 423 kilometer selatan-tenggara Suva, ibu kota Fiji yang berpenduduk sekitar 77.300 jiwa.
USGS sendiri mengeluarkan peringatan "Hijau" terkait potensi korban jiwa dan kerugian ekonomi. Ini mengindikasikan bahwa kemungkinan terjadinya cedera atau kerusakan material akibat guncangan dinilai rendah. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa sebagian besar penduduk di wilayah tersebut tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa, seperti konstruksi informal dari logam, kayu, atau seng, serta bangunan campuran. Namun, keberadaan bangunan yang lebih tahan guncangan turut berkontribusi pada proyeksi risiko yang rendah, menjaga situasi tetap terkendali di tengah guncangan dahsyat ini.

