Laut Mediterania kini menjadi saksi bisu peningkatan ketegangan geopolitik setelah kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford milik Amerika Serikat, dilaporkan telah memasuki perairan tersebut pada Jumat (20/2) waktu setempat. Penempatan strategis ini, yang merupakan bagian dari pengerahan kekuatan militer besar-besaran, diperintahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump di tengah memanasnya hubungan dengan Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini mengirimkan sinyal kuat dari Washington ke Teheran.
Menurut laporan AFP pada Sabtu (21/2), kehadiran raksasa laut ini terkonfirmasi setelah terlihat melintasi Selat Gibraltar, jalur vital yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania. Foto-foto yang diambil dari sisi Gibraltar memperlihatkan manuver kapal perang berukuran kolosal tersebut. Kedatangan USS Gerald R. Ford tidak sendirian; ia akan memperkuat kehadiran militer AS di Timur Tengah dengan bergabung bersama kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pengawalnya yang sudah lebih dulu berada di wilayah tersebut.

Di tengah eskalasi ini, Presiden Trump pada Jumat (20/2) secara terbuka menyatakan sedang ‘mempertimbangkan’ opsi serangan militer terbatas terhadap Iran. Pernyataan ini muncul sebagai ultimatum, menyusul ancaman sebelumnya pada Kamis (19/2) di mana Trump memperingatkan akan ‘hal-hal buruk’ jika Teheran gagal mencapai kesepakatan dalam tenggat waktu yang awalnya 10 hari, kemudian diperpanjang menjadi 15 hari.
Ketika dikonfirmasi oleh seorang jurnalis pada hari yang sama mengenai kemungkinan tindakan militer terbatas, Trump dengan lugas menjawab, "Yang paling bisa saya katakan – saya sedang mempertimbangkannya." Ini mengindikasikan keseriusan Washington dalam menekan Teheran.
Menariknya, ancaman keras dari Trump ini datang tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa draf proposal kesepakatan dengan Washington akan rampung dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan ini merupakan hasil dari negosiasi intensif antara kedua belah pihak di Jenewa pada awal pekan. Teheran mengklaim adanya kesepakatan untuk menyerahkan rancangan perjanjian potensial, yang menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada media AS, akan menjadi "langkah selanjutnya" dalam proses diplomatik.
Araghchi lebih lanjut menjelaskan, "Saya yakin dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir dari atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff," merujuk pada negosiator utama Trump untuk urusan Timur Tengah. Situasi ini menunjukkan tarik ulur antara diplomasi dan demonstrasi kekuatan militer yang terus berlangsung di kawasan, dengan Laut Mediterania kini menjadi panggung bagi salah satu ketegangan geopolitik paling signifikan saat ini.

