Internationalmedia.co.id – News – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memerintahkan Komando Pertahanan Dalam Negeri dan berbagai badan keamanan untuk memasuki kondisi "siaga maksimum". Arahan ini dikeluarkan sebagai persiapan menghadapi potensi konflik berskala besar dengan Iran, menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan yang mencapai titik kritis.
Laporan dari surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, yang dikutip internationalmedia.co.id, menyebutkan bahwa instruksi Netanyahu pada Rabu (18/2) malam itu secara eksplisit meminta kesiapan penuh dari seluruh elemen penyelamat dan pertahanan. Ini menandakan keseriusan Tel Aviv dalam mengantisipasi skenario terburuk, di mana seluruh badan keamanan Israel kini berada dalam kondisi siaga tertinggi.

Situasi genting ini diperparah dengan keyakinan Israel bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, cenderung akan melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran dalam waktu dekat. Penilaian ini muncul setelah Teheran berulang kali menolak tuntutan Washington dalam negosiasi, yang dianggap pemerintahan Trump sebagai upaya mengulur waktu dan menipu.
Yang lebih mengkhawatirkan bagi Israel adalah asumsi bahwa Iran kemungkinan besar akan membalas dengan meluncurkan rudal ke Tel Aviv, bahkan jika Israel tidak terlibat langsung dalam serangan AS. "Dalam konsultasi keamanan terbatas yang digelar Netanyahu, asumsi yang berlaku adalah bahwa Iran akan meluncurkan rudal-rudal ke Israel bahkan jika militer Israel tidak ikut serta dalam serangan AS," tulis Yedioth Ahronoth.
Indikasi bahwa "saat-saat genting semakin dekat dan tenggat waktu semakin menyempit" juga ditekankan oleh laporan tersebut. Bahkan, jangka waktu untuk kemungkinan eskalasi diukur "hanya dalam beberapa hari" setelah berminggu-minggu pembicaraan yang buntu dan tanpa hasil.
Mantan kepala Direktorat Intelijen Militer Israel, Amos Yadlin, pada Rabu (18/2) turut memperingatkan, "Kita jauh lebih dekat dengan serangan daripada sebelumnya." Sementara itu, televisi lokal KAN melaporkan penundaan rapat kabinet keamanan Israel yang seharusnya membahas situasi Iran, dari Kamis (19/2) menjadi Minggu (21/2), tanpa penjelasan rinci, menambah spekulasi tentang perkembangan yang mendesak.
Media lokal Israel Hayom, mengutip sumber anonim, memperkuat penilaian bahwa jika AS menyerang Iran secara besar-besaran, respons Teheran dengan rudal jarak jauh ke Tel Aviv sangat mungkin terjadi. Senada, CNN Arabic juga melaporkan peningkatan kesiapsiagaan pasukan Israel dan persiapan militer yang intensif, mengindikasikan serangan terkoordinasi dengan AS terhadap Iran mungkin akan segera terjadi.

