Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Puasa Ramadan Arab Saudi Lebih Awal Indonesia Beda Hari
Trending Indonesia

Puasa Ramadan Arab Saudi Lebih Awal Indonesia Beda Hari

GunawatiBy Gunawati17-02-2026 - 23.00Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Puasa Ramadan Arab Saudi Lebih Awal Indonesia Beda Hari
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Kabar penting datang dari Tanah Suci. Mahkamah Agung Arab Saudi secara resmi mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 18 Februari. Keputusan ini menandai dimulainya bulan suci puasa bagi jutaan umat Muslim di sana, berbeda satu hari dengan penetapan di Indonesia.

Dilansir dari Arab News melalui internationalmedia.co.id, pengumuman ini didasarkan pada penampakan hilal atau bulan sabit muda yang menandai awal bulan baru dalam kalender Islam. Dengan demikian, umat Muslim di Arab Saudi akan memulai ibadah puasa, menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, mulai besok. Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Islam, merupakan periode sakral yang diperingati dengan puasa, refleksi diri, dan kebersamaan, yang akan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri.

Puasa Ramadan Arab Saudi Lebih Awal Indonesia Beda Hari
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sementara itu, di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari. Ini berarti umat Muslim di Tanah Air akan memulai ibadah puasa lusa.

Penetapan ini merupakan hasil dari sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kemenag di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa, 17 Februari. Sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut menyimpulkan bahwa data hilal pada hari itu tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Perbedaan penetapan awal Ramadan ini sering terjadi karena perbedaan metode pengamatan dan kriteria yang digunakan di berbagai negara, namun tidak mengurangi esensi dan kekhidmatan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Horor di Langit Kolombia Pesawat Militer Jatuh

24-03-2026 - 23.15

Filipina Terancam Krisis Energi

24-03-2026 - 23.00

Taktik Trump Terbongkar Iran

24-03-2026 - 21.45

Trump Dialog Iran Netanyahu Ungkap Janji Besar

24-03-2026 - 21.30

Kekejaman Tak Terpikirkan Kapibara Jadi Korban

24-03-2026 - 21.15

Klaim Damai Trump Iran Bersikeras Tidak Ada

24-03-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.