Internationalmedia.co.id – News Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan tuntutan keras menjelang putaran kedua perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Netanyahu menegaskan, setiap kesepakatan yang tercapai harus mencakup pemindahan seluruh pasokan uranium yang diperkaya dari wilayah Iran, serta pelucutan kemampuan Teheran untuk pengayaan uranium. Pernyataan ini disampaikan saat Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertolak ke Jenewa, Swiss, untuk menghadiri putaran terbaru perundingan yang dijadwalkan pada Selasa (17/2).
Dalam pidatonya di Yerusalem pada Minggu (15/2), Netanyahu menguraikan empat elemen krusial yang harus menjadi bagian dari setiap perjanjian. "Yang pertama adalah bahwa semua material yang diperkaya harus dibawa keluar dari Iran," tegasnya. Kedua, ia menuntut agar Iran tidak lagi memiliki kemampuan pengayaan, yang berarti "membongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan Anda untuk melakukan pengayaan sejak awal." Tuntutan ketiga adalah penyelesaian masalah rudal balistik, diikuti dengan seruan untuk inspeksi berkelanjutan dan substantif terhadap program nuklir Iran.

Ketidakpastian besar menyelimuti nasib persediaan uranium Iran yang diperkaya hingga level 60 persen, yang disebut melebihi 400 kilogram. Stok ini terakhir diperiksa oleh inspektur pengawas nuklir pada Juni tahun lalu, sebelum Israel dan AS melancarkan serangan terhadap situs-situs nuklir Teheran. Laporan CBS News sebelumnya, mengutip sumber yang memahami masalah tersebut, juga mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump pernah menyatakan dukungannya terhadap serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika perundingan Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Perundingan nuklir antara Washington dan Teheran kembali dimulai di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu, setelah sempat terhenti selama berbulan-bulan akibat perang yang dikobarkan Israel terhadap Iran pada Juni 2025. Putaran terbaru ini juga terjadi di tengah ancaman tindakan militer dari AS dan pengerahan kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah, menyusul penindakan brutal terhadap unjuk rasa antipemerintah di Iran bulan lalu.
Netanyahu menegaskan bahwa dirinya bersikeras pada persyaratan-persyaratan tersebut, bahkan selama pembicaraannya dengan Trump awal bulan ini. Ia menekankan pentingnya "inspeksi nyata, inspeksi substantif, bukan inspeksi pendahuluan, tetapi inspeksi efektif untuk semua hal di atas." Tuntutan-tuntutan ini, menurutnya, adalah elemen-elemen fundamental untuk pencapaian kesepakatan yang kredibel dan aman, menempatkan tekanan signifikan pada perundingan yang akan datang di Jenewa.

