Pyongyang – Spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan di Korea Utara kini semakin menguat dengan munculnya nama Kim Ju Ae, putri dari Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan secara jelas mengidentifikasi Ju Ae sebagai calon penerus takhta. Penilaian ini didasarkan pada serangkaian indikator penting yang diamati dalam beberapa waktu terakhir.
Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, setelah mendapatkan pengarahan dari NIS, menyatakan bahwa Ju Ae kini "secara gamblang ditunjuk sebagai penerus." Kesimpulan ini bukan tanpa alasan. Frekuensi kemunculan Ju Ae dalam berbagai acara kenegaraan dan militer strategis bersama ayahnya telah meningkat drastis. NIS juga mencatat adanya tanda-tanda keterlibatan Ju Ae dalam diskusi kebijakan pemerintah, sebuah peran yang sebelumnya tidak pernah terlihat pada usia semuda dirinya.

Dinasti Kim telah mengukuhkan kekuasaannya di Korea Utara selama berpuluh-puluh tahun, berlandaskan pada kultus ‘garis keturunan Paektu’ yang tak tergoyahkan. Dalam konteks ini, setiap penampilan publik Ju Ae memiliki makna simbolis yang mendalam. Misalnya, pada Januari lalu, media pemerintah Korea Utara menampilkan Ju Ae bersama ayahnya memberikan penghormatan di Istana Matahari Kumsusan, tempat peristirahatan abadi para pendiri negara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Momen ini semakin memperkuat spekulasi mengenai statusnya sebagai pewaris.
Profil Singkat Kim Ju Ae
Kim Ju Ae, yang diyakini berusia sekitar 13 tahun, adalah putri dari Kim Jong Un dan Ri Sol Ju. Keberadaannya pertama kali terungkap secara tak terduga pada tahun 2013 melalui mantan bintang basket AS, Dennis Rodman, yang mengaku pernah menggendongnya saat berkunjung ke Korea Utara. "Saya menggendong bayi mereka, Ju Ae, dan juga berbicara dengan (istri Kim)," kenang Rodman kepada The Guardian kala itu.
Sosok Ju Ae awalnya diselimuti misteri. Dalam pengarahan tertutup pada tahun 2023, NIS mengungkapkan bahwa Ju Ae tidak pernah terdaftar di lembaga pendidikan formal, melainkan menjalani pendidikan di rumah (homeschooling) di Pyongyang. Ia dilaporkan memiliki hobi berkuda, berenang, dan bermain ski, dengan Kim Jong Un disebut-sebut sangat bangga akan kemampuan berkudanya. NIS juga melaporkan bahwa Ju Ae memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik yang jenis kelaminnya belum dapat dipastikan, namun keduanya belum pernah tampil di depan publik.
Perubahan Citra dan Simbolisme Publik
Debut televisinya terjadi pada tahun 2022, saat ia terlihat memeriksa rudal balistik antarbenua terbaru Korea Utara sambil bergandengan tangan dengan ayahnya. Sejak saat itu, kehadirannya di media pemerintah terus meningkat, mengubahnya dari seorang anak pendiam menjadi wajah yang familiar dalam momen-momen penting nasional. Media pemerintah Korea Utara, yang sebelumnya jarang menyebut namanya, kini secara konsisten melabeli Kim Ju Ae sebagai ‘yang dicintai’, ‘yang dihormati’, atau bahkan ‘tokoh besar yang membimbing’.
Kemunculan Ju Ae juga diinterpretasikan sebagai upaya untuk melunakkan citra ayahnya yang sering digambarkan sebagai diktator. Ia pernah menemani Kim Jong Un ke Beijing untuk parade militer terbesar di Tiongkok, turun dari kereta lapis baja di Stasiun Kereta Api Beijing. Penampilannya pun sering menjadi sorotan, dengan rambut panjang yang umumnya dilarang bagi anak seusianya dan pakaian rancangan desainer yang mewah, kontras dengan kondisi sebagian besar rakyat Korea Utara.
Foto-foto yang dirilis media pemerintah memiliki bobot simbolis besar. Pada November 2023, sebuah foto menempatkan Ju Ae di bagian depan, dengan ayahnya di latar belakang—sebuah posisi yang menurut analis tidak akan terjadi tanpa persetujuan Kim Jong Un. Momen langka kasih sayang ayah-anak juga terlihat saat perayaan Tahun Baru 2024, ketika mereka saling mencium pipi di stadion Pyongyang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ju Ae bahkan terlihat lebih tinggi dari ayahnya dan berjalan di sampingnya, bukan lagi mengikutinya. Ia juga bergabung dengan ayahnya dalam menerima pejabat asing dan disorot di atas para ajudan senior Kim Jong Un dalam liputan media. Kehadiran perempuan dalam pemerintahan Korut bukanlah hal baru, dengan Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un, yang kini memegang posisi senior dan memiliki pengaruh kuat. Hal ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam lingkaran kekuasaan tertinggi di Korea Utara memiliki preseden yang kuat.

