Internationalmedia.co.id – News – Axel Dumas, CEO rumah mode mewah Prancis, Hermes, mengungkapkan secara gamblang interaksinya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal dunia, Jeffrey Epstein. Dumas mengakui hanya pernah bertemu Epstein sekali pada tahun 2013, namun membeberkan upaya gigih Epstein untuk terus mendekatinya, yang semuanya berakhir dengan penolakan tegas dari pihak Hermes.
Pertemuan tunggal yang dimaksud terjadi pada Maret 2013. Epstein, yang saat itu tidak terdaftar dalam daftar tamu, tiba-tiba muncul di lokakarya Hermes di pinggiran Paris. Ia bergabung dengan sekelompok tamu yang diundang oleh aktor Woody Allen dan istrinya, tanpa pemberitahuan sebelumnya. "Saya hanya sekali bertemu dengan Jeffrey Epstein, yaitu pada Maret 2013," kata Dumas saat Hermes mempresentasikan hasil keuangan tahunannya pada Kamis (12/2). "Dia tidak ada dalam daftar tamu dan bergabung dengan sekelompok tamu yang diundang oleh Woody Allen dan istrinya, tanpa pemberitahuan sebelumnya," paparnya, seperti dilansir kantor berita AFP.

Sebuah foto yang kemudian terkuak dalam kumpulan dokumen investigasi Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, menunjukkan ketiga pria tersebut – Dumas, Epstein, dan Allen – di lokakarya Hermes. Dumas menjelaskan, "Seseorang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil foto secara spontan, yang jelas-jelas disimpannya dengan sangat baik." Ia menambahkan bahwa Epstein memang sudah memiliki "reputasi buruk" pada saat itu.
Setelah pertemuan tak terduga tersebut, Epstein tak menyerah begitu saja. Ia berulang kali mencoba mengatur pertemuan lanjutan dengan Dumas. "Setelah itu, dia mencoba bertemu dengan saya tiga kali, yang selalu saya tolak," tegas Dumas. Penolakan ini bahkan terekam dalam email yang dikirim oleh asisten Dumas, yang kemudian ditemukan dalam arsip dokumen Epstein.
Upaya Epstein untuk menjalin kontak dengan Hermes mencapai puncaknya pada tahun 2016. Ia berpartisipasi dalam sebuah lelang amal dan berhasil memenangkan hadiah yang ditawarkan oleh rumah mode tersebut, yaitu kursus pelajaran lokakarya. Namun, ketika identitas pemenang terungkap, Hermes mengambil tindakan cepat. "Ketika kami mengetahui bahwa dia adalah pemenangnya, kami menolak dan memberikan kompensasi kepada badan amal tersebut dengan jumlah yang setara," ungkap Dumas.
Tak hanya itu, Hermes juga menolak permintaan Epstein untuk mendekorasi ulang interior jet pribadinya. Dumas mengakui bahwa ia tidak dapat mengingat secara pasti sejauh mana informasi yang mereka miliki tentang Epstein 13 tahun lalu, namun ia menegaskan bahwa Epstein memang sudah dikenal memiliki "reputasi yang buruk."

