Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Parlemen Turki Memanas Menteri Baru Jadi Biang Kerok
Trending Indonesia

Parlemen Turki Memanas Menteri Baru Jadi Biang Kerok

GunawatiBy Gunawati12-02-2026 - 10.45Tidak ada komentar2 Mins Read4 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Suasana tegang pecah menjadi kekerasan fisik di parlemen Turki pada Kamis (12/2/2026), ketika anggota parlemen dari partai berkuasa dan oposisi terlibat adu jotos. Insiden ini dipicu oleh pengangkatan Menteri Kehakiman yang baru, memicu gelombang protes dan bentrokan di antara para legislator.

Menurut laporan Associated Press, keributan dimulai saat anggota parlemen oposisi berupaya menghalangi Jaksa Agung Istanbul, Akin Gurlek, untuk mengucapkan sumpah jabatan. Gurlek baru saja ditunjuk oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menduduki posisi tertinggi di bidang peradilan. Emosi yang memuncak membuat para wakil rakyat saling dorong, dan beberapa di antaranya bahkan melayangkan pukulan.

Parlemen Turki Memanas Menteri Baru Jadi Biang Kerok
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pengangkatan Gurlek memang menjadi sorotan tajam. Sebagai mantan Jaksa Agung Istanbul, ia dikenal memimpin sejumlah persidangan penting terhadap anggota Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi utama. Persidangan-persidangan tersebut telah lama dikecam oleh pihak oposisi sebagai bermotif politik, menambah daftar panjang ketegangan antara pemerintah dan kubu oposisi.

Meskipun diwarnai kericuhan, Gurlek akhirnya terlihat mengucapkan sumpah jabatan, dikelilingi oleh para anggota parlemen dari partai yang berkuasa. Selain Gurlek, Erdogan juga melakukan perombakan kabinet pada Rabu (11/2) waktu setempat, dengan menunjuk Mustafa Ciftci, yang sebelumnya menjabat gubernur provinsi Erzurum, sebagai Menteri Dalam Negeri. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik perombakan kabinet mendadak ini.

Perombakan ini terjadi di tengah serangkaian penangkapan pejabat dari wilayah yang dikelola CHP dalam penyelidikan korupsi. Salah satu kasus paling menonjol adalah penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang merupakan tokoh penting CHP dan secara luas dianggap sebagai saingan politik utama Erdogan. Imamoglu ditangkap tahun lalu, memicu kecaman dari berbagai pihak.

Pemerintah Turki secara konsisten menegaskan bahwa lembaga peradilan di negara itu bertindak secara independen, terlepas dari tudingan motivasi politik. Di sisi lain, pengangkatan menteri baru ini juga beriringan dengan pembahasan reformasi konstitusional yang potensial dan inisiatif perdamaian dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang sedang diupayakan. Parlemen diharapkan memainkan peran kunci dalam mengesahkan reformasi demi mendukung proses perdamaian yang telah berlangsung puluhan tahun ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

PM Spanyol Perang Timur Tengah Jauh Lebih Parah dari Irak

25-03-2026 - 18.45

Jalur Minyak Dunia Terancam Saudi Murka

25-03-2026 - 18.30

Trump Menang Perang Iran Kapan Berakhir

25-03-2026 - 18.15

Gencatan Senjata AS Dibalas Rentetan Rudal Iran Mengguncang Dunia

25-03-2026 - 18.00

Lebanon Ungkap Ribuan Nyawa Melayang

25-03-2026 - 16.30

Mengapa Lebanon Usir Dubes Iran

25-03-2026 - 16.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.