Internationalmedia.co.id – News – London mengumumkan langkah signifikan untuk memperkuat kehadirannya di Eropa Utara. Pemerintah Inggris menyatakan komitmen untuk menggandakan jumlah personel militernya yang ditempatkan di Norwegia. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi ancaman dari Rusia, dengan pasukan Inggris akan memegang peranan krusial dalam misi terbaru Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik (NATO) di kawasan Arktik.
Berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu (11/2/2026), penambahan ini akan meningkatkan kontingen militer Inggris di Norwegia dari 1.000 menjadi 2.000 personel. Peningkatan kekuatan ini direncanakan akan rampung dalam kurun waktu tiga tahun mendatang, menandai investasi jangka panjang dalam keamanan regional.

Langkah strategis Inggris ini bertepatan dengan keputusan Amerika Serikat untuk mengalihkan dua posisi komando regional utama NATO. Washington, dalam upayanya mendesak negara-negara sekutu agar memikul tanggung jawab yang lebih signifikan dalam pertahanan aliansi, secara bertahap mengurangi beban militernya.
"Keamanan di wilayah Arktik dan Kutub Utara akan ditingkatkan ketahanannya menghadapi bayang-bayang ancaman Rusia yang kian nyata, seiring dengan penguatan kehadiran Inggris di kawasan strategis ini," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Inggris.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, dijadwalkan akan memastikan keterlibatan pasukan Inggris dalam misi "Arctic Sentry" NATO. Konfirmasi ini akan disampaikan saat kunjungannya ke salah satu situs militer Inggris di Norwegia, menegaskan komitmen untuk memperkokoh keamanan regional.
Negara-negara anggota NATO di Eropa telah giat memperkokoh sistem pertahanan mereka di kawasan tersebut. Hal ini terjadi setelah mantan Presiden AS Donald Trump sebelumnya berdalih dengan ancaman yang diklaimnya berasal dari Rusia dan Tiongkok untuk membenarkan ambisinya mengakuisisi Greenland dari Denmark.
"Kebutuhan akan pertahanan semakin mendesak. Rusia kini menghadirkan ancaman terbesar bagi keamanan Arktik dan Kutub Utara yang pernah kita saksikan sejak berakhirnya Perang Dingin," tegas Healey dalam pernyataan resminya.
Para diplomat telah mengonfirmasi pada akhir pekan lalu bahwa Washington akan mengalihkan kepemimpinan komando Norfolk kepada Inggris. Komando ini memiliki fokus strategis pada wilayah utara NATO, menandai pergeseran tanggung jawab yang signifikan.
Pada bulan Desember tahun lalu, Inggris dan Norwegia meresmikan pakta pertahanan anyar. Kesepakatan ini memungkinkan Angkatan Laut kedua negara untuk mengoperasikan bersama armada kapal perang, dengan tujuan utama melakukan perburuan terhadap kapal selam Rusia di perairan Atlantik Utara yang strategis.
Pakta pertahanan tersebut dirancang untuk mengamankan infrastruktur vital bawah laut, termasuk kabel komunikasi, yang menurut para pejabat Barat, semakin terancam oleh manuver Moskow.
Selain itu, Oslo juga mengumumkan akuisisi minimal lima unit kapal fregat Tipe-26 dari Inggris dengan nilai mencapai 10 miliar Poundsterling pada tahun lalu. Kehadiran Inggris di Norwegia semakin diperkuat dengan pembukaan pangkalan militer baru, Camp Viking, di ujung utara Norwegia pada tahun 2023, yang kini berperan sebagai pusat operasional Marinir Inggris.
(internationalmedia.co.id/nvc/ita)

