Tragedi memilukan melanda wilayah barat laut Suriah setelah banjir bandang menerjang, merenggut nyawa tiga orang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, dua anak kecil dan seorang relawan kemanusiaan dari Bulan Sabit Merah Suriah menjadi korban tewas dalam bencana yang terjadi pada Minggu, berdasarkan keterangan dari media pemerintah yang dilansir AFP.
Hujan lebat yang tak henti-hentinya mengguyur provinsi Idlib dan wilayah pesisir Latakia menjadi pemicu utama bencana ini. Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada kamp-kamp pengungsian yang menampung jutaan warga Suriah. Menanggapi situasi darurat, pihak berwenang segera meluncurkan operasi penyelamatan dan mendirikan tempat penampungan sementara di area terdampak.

Kantor berita pemerintah SANA merinci insiden tragis yang menimpa tim kemanusiaan. Sebuah pernyataan dari Bulan Sabit Merah Suriah mengonfirmasi bahwa "sebuah kendaraan misi tergelincir ke lembah" saat mereka dalam perjalanan untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir bandang di provinsi Latakia. Insiden ini menewaskan seorang relawan perempuan dan melukai empat relawan lainnya.
Tak hanya itu, seorang relawan kelima juga dilaporkan terluka saat berupaya menyelamatkan seorang anak yang terjebak arus banjir. Sementara itu, SANA juga melaporkan kematian dua anak pada hari Sabtu, yang menjadi korban "banjir besar yang melanda daerah Ain Issa" di bagian utara provinsi Latakia.
Pada Minggu, upaya pembersihan jalan di kamp-kamp pengungsi di wilayah Idlib yang terendam banjir terus dilakukan. Kementerian Manajemen Darurat dan Bencana Suriah mengungkapkan bahwa setidaknya 14 kamp pengungsi di sebagian provinsi Idlib terdampak langsung. Tenda-tenda pengungsian terendam air, barang-barang hanyut terbawa arus, dan sekitar 300 keluarga mengalami dampak langsung dari bencana ini.
Situasi semakin diperparah dengan fakta bahwa jutaan warga Suriah masih berstatus pengungsi internal akibat konflik berkepanjangan. Menurut badan pengungsi PBB, sekitar tujuh juta orang masih mengungsi di dalam negeri Suriah, dengan sekitar 1,4 juta di antaranya tinggal di kamp-kamp dan lokasi pengungsian di wilayah barat laut dan timur laut negara tersebut. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terhadap bencana alam seperti banjir.

