Internationalmedia.co.id – News – Sebuah ledakan bom mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, tepat setelah salat Jumat, menyisakan duka mendalam dan kengerian bagi para jemaah. Kelompok radikal Islamic State (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan ini yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.
Tragedi mengerikan ini terjadi di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, yang terletak di area Tarlai, pinggiran ibu kota Pakistan. Data terkini menunjukkan bahwa korban tewas telah mencapai 31 jiwa, sementara lebih dari 169 orang lainnya mengalami luka-luka dan sebagian besar masih menjalani perawatan medis intensif. Serangan ini merupakan yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak September 2008, ketika 60 orang tewas dalam ledakan bom truk bunuh diri yang menghancurkan sebagian Hotel Marriott.

Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan detik-detik mencekam saat serangan terjadi. Muhammad Kazim (52), seorang jemaah, menuturkan kepada AFP bahwa ledakan itu "sangat dahsyat" dan mengguncang seluruh masjid saat salat Jumat baru saja dimulai. "Saat rukuk pertama salat, kami mendengar suara tembakan. Dan saat kami masih dalam posisi rukuk, sebuah ledakan terjadi," ujarnya. Jemaah lain, Imran Mahmood, menambahkan bahwa sempat terjadi baku tembak antara pelaku bom bunuh diri, yang kemungkinan didampingi kaki tangannya, dengan relawan keamanan masjid. "Pelaku bom bunuh diri itu mencoba bergerak maju, tetapi salah satu relawan kami yang terluka menembaknya dari belakang, mengenai pahanya," kata Mahmood kepada AFP, sebelum pelaku kemudian "meledakkan peledak" yang dibawanya. Sebuah sumber keamanan juga mengkonfirmasi bahwa penyerang dihentikan di gerbang sebelum meledakkan diri.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bersumpah akan menemukan dan membawa para pelaku ke pengadilan. Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar mengecam keras insiden tersebut sebagai "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam." Ia menegaskan, "Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," dalam sebuah unggahan di X. Para jurnalis AFP di rumah sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan menyaksikan pemandangan memilukan, di mana korban, termasuk anak-anak, terus berdatangan dengan pakaian berlumuran darah, diangkut dengan tandu, ambulans, bahkan bagasi mobil, menunjukkan skala kehancuran dan penderitaan.
Klaim tanggung jawab dari ISIS disampaikan melalui pernyataan yang dikutip oleh pemantau komunikasi jihadis, SITE Intelligence Group. Kelompok teroris tersebut menyatakan bahwa salah satu militannya telah menargetkan para jemaah, meledakkan rompi peledak, dan "menyebabkan banyak kematian dan korban luka-luka." Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan sektarian yang kerap melanda Pakistan, terutama menargetkan komunitas Syiah.

