Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Dunia Menahan Napas Perjanjian Nuklir Berakhir
Trending Indonesia

Dunia Menahan Napas Perjanjian Nuklir Berakhir

GunawatiBy Gunawati06-02-2026 - 07.00Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Dunia Menahan Napas Perjanjian Nuklir Berakhir
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Sebuah era penting dalam pengendalian senjata nuklir global telah resmi berakhir. Perjanjian New START, yang selama ini membatasi arsenal nuklir Amerika Serikat (AS) dan Rusia, kini tidak lagi mengikat kedua negara adidaya tersebut. Berakhirnya kesepakatan ini memicu kekhawatiran serius di seluruh dunia, dengan para pemimpin global memperingatkan potensi perlombaan senjata nuklir baru dan meningkatnya risiko keamanan internasional.

Perjanjian New START, yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas strategis. Kesepakatan ini membatasi jumlah hulu ledak strategis yang ditempatkan masing-masing pihak hingga 1.550 unit, sebuah pengurangan signifikan hampir 30 persen dari batas sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2002. Selain itu, perjanjian ini juga mencakup mekanisme inspeksi di lokasi, meskipun praktik ini telah ditangguhkan sejak pandemi COVID-19 dan belum dilanjutkan.

Dunia Menahan Napas Perjanjian Nuklir Berakhir
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berakhirnya perjanjian ini telah memicu alarm di kalangan aktivis dan pemimpin dunia. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyebut situasi ini sebagai "momen genting bagi perdamaian dan keamanan internasional". Ia memperingatkan bahwa untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, dunia kini menghadapi realitas tanpa batasan yang mengikat pada persenjataan nuklir strategis Federasi Rusia dan Amerika Serikat. Guterres menekankan bahwa risiko penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, mendesak kedua negara untuk segera kembali ke meja perundingan guna menyepakati kerangka kerja pengganti.

Menanggapi berakhirnya perjanjian tersebut, Rusia melalui Kremlin menegaskan bahwa mereka "tidak lagi terikat" oleh kewajiban New START. Namun, Presiden Vladimir Putin menjanjikan bahwa Moskow akan bertindak "secara terukur dan bertanggung jawab". Penasihat Kremlin, Yury Ushakov, menyampaikan bahwa Putin membahas hal ini dalam percakapan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, menekankan analisis menyeluruh terhadap situasi keamanan global. Rusia juga menyatakan tetap terbuka untuk mencari cara berdialog dan memastikan stabilitas strategis dengan Washington, meskipun tawaran perpanjangan satu tahun yang diajukan Moskow pada September tahun lalu tidak pernah mendapatkan jawaban resmi dari AS.

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 ini secara spesifik membatasi jumlah rudal balistik antarbenua (ICBM) dan rudal-rudal lainnya, serta hulu ledak nuklir, bagi kedua negara. Dengan AS dan Rusia bersama-sama mengendalikan lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia, berakhirnya New START secara signifikan melemahkan arsitektur pengendalian senjata global yang telah dibangun selama beberapa dekade.

Situasi ini menempatkan komunitas internasional di persimpangan jalan, di mana masa depan pengendalian senjata nuklir dan potensi perlombaan senjata baru menjadi sorotan utama. Desakan PBB untuk kembali bernegosiasi menggarisbawahi urgensi untuk menemukan solusi diplomatik sebelum ketidakpastian ini berujung pada konsekuensi yang lebih serius bagi perdamaian dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Resolusi PBB Guncang Iran Saudi Beri Sinyal Tegas

26-03-2026 - 16.15

Abu Dhabi Merana Rudal Balistik Dihadang

26-03-2026 - 16.00

Iran Punya Syarat Mengejutkan untuk AS

26-03-2026 - 12.15

Iran Siap Akhiri Perang Tapi Ini Syaratnya

26-03-2026 - 12.00

Trump Sebut Iran Takut Mati Jika Berunding

26-03-2026 - 10.15

Israel Terus Maju Hizbullah Tolak Menyerah

26-03-2026 - 10.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.