Internationalmedia.co.id – News – Panggung global kembali diwarnai oleh serangkaian peristiwa penting yang mencakup ketegangan geopolitik, manuver diplomatik tingkat tinggi, hingga dugaan skandal mata-mata yang menggemparkan. Dari ancaman tegas Presiden AS Donald Trump terhadap pemimpin Iran hingga desakan penangkapan Presiden Israel di Australia, lima kabar ini menjadi sorotan utama yang berhasil menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id pada Kamis (5/2/2026) ini.
AS-Iran: Ancaman Trump dan Perundingan Nuklir di Oman

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa Khamenei seharusnya "sangat khawatir" dengan kehadiran aset militer AS di dekatnya. Peringatan ini datang setelah Washington mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok tempurnya ke kawasan Timur Tengah. Di tengah retorika panas ini, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa perundingan nuklir antara AS dan Iran akan tetap berlangsung di Oman pada Jumat (6/2) besok. Konfirmasi ini menepis spekulasi sebelumnya yang menyebut perundingan gagal karena perbedaan lokasi, dengan Oman menjadi pilihan setelah Iran meminta perubahan dari Turki. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga telah mengumumkan bahwa perundingan akan digelar di Muscat.
Xi Jinping Teleponan dengan Trump dan Putin: Diplomasi Tiga Arah
Pada hari yang sama, Presiden China Xi Jinping menunjukkan manuver diplomatik yang signifikan dengan melakukan panggilan telepon terpisah kepada Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (4/2) waktu setempat. Dalam percakapannya dengan Trump, Xi menekankan pentingnya "saling menghormati" antara kedua negara adidaya. Sementara itu, saat berbicara dengan Putin, Xi memuji penguatan hubungan antara Beijing dan Moskow. Isu Iran dan beberapa topik sensitif lainnya dilaporkan menjadi agenda pembahasan dalam kedua panggilan telepon tersebut, dengan Trump dan Putin sama-sama menekankan hubungan baik negara mereka dengan China.
Australia Didesak Tangkap Presiden Israel Isaac Herzog
Di belahan dunia lain, Pemerintah Australia menghadapi desakan untuk menangkap Presiden Israel Isaac Herzog yang dijadwalkan berkunjung pekan depan, mulai Senin (9/2). Desakan ini muncul menyusul laporan investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2025 yang menuduh Herzog "menghasut terjadinya genosida" karena pernyataannya yang menyalahkan "seluruh bangsa" Palestina atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kunjungan Herzog sendiri adalah untuk memberikan penghormatan kepada komunitas Yahudi di Australia, khususnya kepada korban penembakan massal di Pantai Bondi yang menargetkan festival Hanukkah pada 14 Desember 2025, menewaskan sedikitnya 15 orang.
Jeffrey Epstein Diduga Kuat Sebagai Mata-mata Israel
Sebuah klaim mengejutkan muncul dari seorang informan Biro Investigasi Federal (FBI) AS yang meyakini bahwa mendiang pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein pernah menjadi mata-mata Israel. Epstein, yang berlatar belakang Yahudi, disebut-sebut dilatih sebagai agen intelijen di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak. Informasi ini terungkap dalam jutaan halaman dokumen terkait kasus Epstein yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Dokumen pemerintah AS itu menyebutkan bahwa seorang informan FBI yang menyamar mengatakan bahwa pengacara Epstein, Alan Dershowitz, pernah mengklaim kepada seorang jaksa bahwa Epstein terlibat dalam dinas intelijen AS dan sekutunya.
Berbagai dinamika global ini, seperti yang dirangkum internationalmedia.co.id, menunjukkan kompleksitas hubungan internasional dan isu-isu sensitif yang terus berkembang di berbagai belahan dunia.

