Internationalmedia.co.id – News – Washington DC – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mengumumkan penundaan signifikan terhadap peluncuran misi penerbangan berawaknya ke Bulan, yang pertama dalam lebih dari lima dekade terakhir. Misi Artemis 2, yang sangat dinantikan, harus ditunda menyusul insiden kebocoran yang terjadi selama tahap uji coba krusial menjelang peluncuran.
Uji coba yang dikenal sebagai "wet dress rehearsal" atau gladi bersih ini, yang merupakan simulasi penuh pra-peluncuran, mengalami kendala serius. Kebocoran yang terdeteksi secara efektif memupuskan harapan untuk meluncurkan misi pengelilingan Bulan tersebut pada jendela waktu terdekat, yaitu Minggu (1/2) waktu setempat. Kini, perhatian beralih ke jendela peluncuran potensial berikutnya, yang dijadwalkan pada 6 Maret.

Selama dua hari uji coba intensif tersebut, tim teknisi melakukan pengisian roket Space Launch System (SLS) dengan bahan bakar propelan krusial: hidrogen cair dan oksigen cair. Administrator NASA, Jared Isaacman, menjelaskan bahwa meskipun tim awalnya berhasil mengendalikan beberapa kebocoran hidrogen, situasi memburuk drastis ketika simulasi hitung mundur mencapai lima menit terakhir (T-5 menit), memaksa penghentian operasi.
"Kami berkomitmen untuk meluncurkan misi bersejarah ini hanya ketika kami sepenuhnya yakin akan kesiapan dan keamanannya," tegas Isaacman, menekankan prioritas keselamatan. Para ahli dari NASA juga menyoroti sifat hidrogen yang sangat energik, berukuran molekul kecil, dan terkenal sulit untuk ditangani serta dikendalikan dalam sistem roket.
Saat ini, tim manajemen misi tengah fokus pada analisis mendalam terhadap data yang terkumpul dari uji coba tersebut. Mereka berencana untuk segera melakukan perbaikan yang diperlukan, dengan harapan dapat menggelar gladi bersih ulang dalam waktu dekat. Kabar baiknya, menurut pejabat internationalmedia.co.id, perbaikan ini dimungkinkan untuk dilakukan langsung di landasan peluncuran di Florida, menghindari pemindahan roket yang rumit.
Misi Artemis 2 sendiri merupakan langkah krusial dalam program eksplorasi Bulan NASA. Ini akan melibatkan empat astronaut yang akan melakukan penerbangan lintas dekat mengelilingi satelit alami Bumi selama sekitar 10 hari. Penerbangan ini dirancang sebagai fondasi vital bagi fase-fase selanjutnya dari Program Artemis, yang pada akhirnya bertujuan untuk mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan.
Ambisi untuk kembali ke Bulan juga mendapat dukungan kuat dari Presiden AS Donald Trump, yang secara eksplisit menyatakan keinginannya untuk mengirim astronaut kembali sesegera mungkin. Tujuannya adalah untuk "mempertegas kepemimpinan Amerika di kancah eksplorasi antariksa global."

