Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Bill Gates Bahas Pandemi Jauh Sebelum COVID
Trending Indonesia

Bill Gates Bahas Pandemi Jauh Sebelum COVID

GunawatiBy Gunawati03-02-2026 - 18.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Bill Gates Bahas Pandemi Jauh Sebelum COVID
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Rilis jutaan halaman dokumen terkait Jeffrey Epstein oleh otoritas Amerika Serikat pekan lalu telah mengguncang jagat publik, menyeret kembali nama-nama tokoh terkemuka dunia. Salah satu yang paling mencuat adalah pendiri Microsoft, Bill Gates. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa nama Gates muncul berkali-kali dalam korespondensi email Epstein yang kini dibuka untuk umum, termasuk sebuah email tertanggal 3 Maret 2017 yang membahas topik mengejutkan: simulasi pandemi, tiga tahun sebelum pandemi virus Corona (COVID-19) melumpuhkan dunia.

Email yang pertama kali diulas oleh media Turki Haberler tersebut, langsung menarik perhatian publik. Korespondensi ini secara khusus menyoroti rincian teknis mengenai potensi kolaborasi antara Epstein, seorang tokoh finansial AS yang kontroversial, dengan Gates dan timnya.

Bill Gates Bahas Pandemi Jauh Sebelum COVID
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dengan subjek "bgc3 Deliverables and Scope", Epstein tampak mengajukan proposal di berbagai bidang, mulai dari keamanan nasional hingga kesehatan. Email itu ditujukan langsung kepada Gates, yang disapa akrab dengan panggilan "Bill", serta Larry Cohen, CEO dan mitra pengelola Gates Ventures. Hingga tahun 2018, Gates Ventures dikenal sebagai bgC3, sebuah lembaga kajian yang fokus pada isu kesehatan dan pembangunan global, serta portofolio investasi teknologi.

Dalam isi email tersebut, terungkap adanya lima agenda utama yang sedang digarap: simulasi pandemi, senjata neuroteknologi, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, serta ekonomi kesehatan.

Topik simulasi pandemi secara spesifik mencakup "rekomendasi tindak lanjut dan/atau spesifikasi teknis untuk simulasi strain pandemi." Sementara itu, pembahasan mengenai senjata neuroteknologi merujuk pada "buku putih tentang neuroteknologi sebagai senjata dalam intelijen dan pertahanan nasional."

Untuk data kesehatan digital, email tersebut membahas "rancangan dan/atau rekomendasi untuk sistem digital berbasis ‘zero-knowledge proof’ guna mengamankan informasi kesehatan pribadi." Topik penyakit kronis dan ilmu otak menyinggung "rekomendasi tentang neuroteknologi yang berkaitan dengan penyakit kronis/degeneratif," sedangkan ekonomi kesehatan fokus pada "pengeluaran kesehatan konsumen di AS."

Epstein mengklaim bahwa setelah pembicaraan dengan Gates, ia bekerja sama dengan sekelompok ahli yang mencakup nama-nama seperti "Rodger, Mark, Chris, Trevor, dan Geoff" untuk mengembangkan proyek-proyek tersebut. Di bagian akhir email, Epstein mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan dalam bentuk apa pun.

Adanya pembahasan simulasi pandemi yang dilakukan jauh sebelum COVID-19 merebak ini sontak memicu beragam spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat. Namun, pihak berwenang telah menegaskan bahwa dokumen-dokumen Epstein ini masih dalam proses peninjauan dan menyerukan kehati-hatian dalam menafsirkan setiap detailnya.

Saksikan Live internationalmedia.co.id Sore: Simak juga Video: Foto Pangeran Andrew & Wanita di Lantai di Berkas Epstein

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Pangeran Andrew Diminta Buka Kartu di Kongres AS

03-02-2026 - 21.45

Mantan Menteri China Terjerat Skandal Ratusan Miliar

03-02-2026 - 21.30

Musim Dingin Jepang Berubah Horor

03-02-2026 - 21.15

Epstein Files Terbuka Nama Besar Terseret

03-02-2026 - 21.00

Harvard Terancam Triliunan Rupiah dari Trump

03-02-2026 - 18.30

Mata Mata Beraksi Inggris Rusia Saling Balas

03-02-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.