Internationalmedia.co.id – News – Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas dengan intensitas serangan drone yang saling dilancarkan kedua belah pihak. Gelombang serangan udara ini tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga merenggut nyawa warga sipil di wilayah masing-masing, menandai eskalasi yang mengkhawatirkan pada Senin (2/2/2026).
Di Ukraina, serangan drone Rusia pada Minggu (1/2) dilaporkan menargetkan sebuah bus yang mengangkut pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk bagian timur. Insiden tragis ini, yang terjadi di dekat kota Ternivka, sekitar 65 kilometer dari garis depan, menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan tujuh lainnya terluka. Oleksandr Ganzha, Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, menegaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh ‘drone musuh’, merujuk pada pasukan Rusia. Secara terpisah, DTEK, perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah pekerja tambang yang dalam perjalanan pulang. Gambar-gambar yang dirilis oleh layanan darurat Ukraina memperlihatkan kondisi bus yang hancur, dengan jendela samping pecah dan kaca depan terlepas. Selain itu, Ganzha juga melaporkan serangan drone pada malam hari di kota Dnipro yang menewaskan seorang pria dan seorang wanita.

Rentetan serangan Rusia tidak berhenti di situ. Pada hari yang sama, sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia, Ukraina selatan, juga menjadi sasaran, melukai tujuh orang, termasuk dua wanita yang sedang menjalani pemeriksaan medis. Eskalasi ini terjadi menyusul berakhirnya jeda serangan sepihak yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebelumnya, Trump pada Kamis (29/1) mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyepakati penghentian sementara serangan di Kyiv dan sejumlah kota lain selama musim dingin. Namun, rincian kesepakatan tersebut tidak jelas, dan Kremlin sendiri tidak secara eksplisit mengaitkan jeda serangan dengan kondisi cuaca.
Sebagai balasan, Ukraina juga melancarkan serangan drone ke wilayah perbatasan Rusia. Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, melalui saluran Telegramnya, melaporkan bahwa serangan drone Ukraina pada Minggu (1/2) menghantam sebuah rumah di kota Stary Oskol, sebelah utara perbatasan Ukraina, menyebabkan kebakaran dan keruntuhan sebagian bangunan. Tim penyelamat yang tiba di lokasi kejadian kemudian menemukan jenazah dua orang korban.
Serangan balasan Ukraina ini dipandang sebagai respons terhadap gempuran harian Moskow yang telah berlangsung selama hampir empat tahun konflik. Ukraina secara konsisten menargetkan sektor energi Rusia dengan serangan drone. Di sisi lain, Rusia telah berulang kali menghancurkan infrastruktur listrik dan pemanas Ukraina, menyebabkan jutaan penduduk mengalami pemadaman listrik dan kedinginan ekstrem, dengan suhu yang turun hingga minus 20 derajat Celsius.
Saling serang dengan drone ini menggarisbawahi brutalnya konflik yang terus berlanjut, dengan dampak mematikan yang tidak hanya dirasakan oleh militer, tetapi juga oleh warga sipil yang tak bersalah di kedua belah pihak.

