Internationalmedia.co.id – News – Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun, Liam Conejo Ramos, bersama ayahnya, Adrian Alexander Conejo Arias, akhirnya menghirup udara bebas. Keduanya telah dibebaskan dari Pusat Residensial Keluarga Texas Selatan di Dilley, Texas, dan kini dalam perjalanan pulang ke Minneapolis. Kabar gembira ini dikonfirmasi oleh anggota Kongres AS dari Texas, Joaquin Castro, seorang politikus Partai Demokrat. "Liam kini sudah pulang, dengan topi dan ranselnya," ujar Castro, menggambarkan momen haru tersebut.
Penahanan Liam dan ayahnya oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) memicu gelombang kemarahan publik yang meluas. Mereka ditangkap di jalan masuk rumah mereka di pinggiran kota Minneapolis yang bersalju, kemudian dikirim sejauh 1.300 mil ke fasilitas penahanan di Texas yang dirancang khusus untuk menampung keluarga. Pasangan ayah dan anak ini menghabiskan sepuluh hari di balik jeruji, jauh dari rumah mereka, sebelum akhirnya mendapatkan kebebasan.

Insiden ini tidak hanya memicu protes besar di luar fasilitas penahanan tempat mereka ditahan, tetapi juga menimbulkan kemarahan nasional. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sempat membantah, menyatakan bahwa "ICE tidak menargetkan atau menangkap seorang Anak." Namun, pemerintahan kala itu mencoba membenarkan penahanan tersebut dengan dalih sang ayah, Adrian, mencoba melarikan diri dari petugas imigrasi.
Titik balik terjadi ketika seorang hakim federal memerintahkan pembebasan Liam dan Adrian pada Sabtu (31/1). Perintah tersebut secara tegas menyatakan bahwa keduanya harus dibebaskan "sesegera mungkin" dan paling lambat pada hari Selasa, sembari kasus imigrasi mereka diproses melalui sistem pengadilan. Putusan ini pertama kali dilaporkan oleh San Antonio Express-News dan dibagikan kepada internationalmedia.co.id oleh wakil hakim di ruang sidang.
Tim pengacara keluarga menyambut baik putusan tersebut dengan lega. "Kami sekarang bekerja sama dengan klien kami dan keluarga mereka untuk memastikan reuni yang aman dan tepat waktu," kata mereka dalam pernyataan hari Sabtu. "Kami senang bahwa keluarga sekarang dapat fokus untuk bersama dan menemukan kedamaian setelah cobaan traumatis ini."

