Internationalmedia.co.id – News – Sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan telah merapat di pelabuhan Eilat, Israel, memicu perhatian di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Kedatangan kapal ini, menurut laporan awal, disebut sebagai bagian dari kerja sama militer rutin antara AS dan Israel.
Situs berita Israel, Ynet, yang dikutip oleh Reuters dan Al Arabiya pada Jumat (30/1), melaporkan bahwa kapal perusak tersebut kini berada di Teluk Aqaba, sebuah lokasi strategis dekat perbatasan Israel dengan Mesir dan Yordania. Meski demikian, baik Angkatan Laut AS maupun militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait kedatangan kapal perang ini.

Pengerahan aset militer ini terjadi di tengah sinyal yang bercampur dari Presiden AS kala itu, Donald Trump. Di satu sisi, ia menyatakan keterbukaannya untuk berdialog dengan Iran, namun di sisi lain, Washington terus mengirimkan aset militer tambahan ke kawasan Timur Tengah. Trump sebelumnya telah memperingatkan Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya, atau menghadapi konsekuensi yang jauh lebih keras. Ia bahkan pernah menyebut AS memiliki "armada" yang sedang menuju Iran, meskipun ia berharap armada tersebut tidak perlu digunakan.
Seorang pejabat pertahanan AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa militer tidak dapat membahas detail operasional karena alasan keamanan, menekankan bahwa keselamatan personel militer adalah prioritas utama. Sementara itu, seorang pejabat tinggi Pentagon menegaskan bahwa militer AS siap melaksanakan tindakan apa pun yang diputuskan oleh presiden.
Dari Teheran, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa respons Iran terhadap tindakan AS tidak akan terbatas seperti insiden pada Juni tahun sebelumnya, ketika pesawat tempur dan rudal Amerika sempat terlibat dalam perang udara singkat Israel melawan Iran. Akraminia menyatakan bahwa respons kali ini akan tegas dan "dilakukan secara instan".
Kepada televisi pemerintah Iran, Akraminia juga mengklaim bahwa kapal induk AS memiliki "kerentanan serius" dan banyak pangkalan militer Amerika di wilayah Teluk berada "dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran". Ia menambahkan, "Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan Trump — melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, membuat cuitan bahwa operasi telah selesai."
Kekhawatiran akan eskalasi konflik juga dirasakan di kalangan regional. Seorang pejabat di Teluk, yang negaranya menjadi tuan rumah situs militer AS, mengungkapkan kepada AFP bahwa kekhawatiran akan serangan AS terhadap Iran "sangat jelas". Ia memperingatkan, "Itu akan membawa kekacauan di kawasan itu, akan merugikan perekonomian tidak hanya di kawasan itu, tetapi juga di AS dan menyebabkan harga minyak dan gas meroket."
