Sebuah kabar penting datang dari Timur Tengah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Israel telah mengumumkan rencana untuk membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah yang strategis, menghubungkan Gaza dengan Mesir. Keputusan ini, yang akan dilakukan secara terbatas, bergantung pada penemuan jenazah sandera terakhir di wilayah Palestina, menandai potensi pembukaan kembali jalur vital untuk bantuan kemanusiaan.
Dilansir dari berbagai sumber, pembukaan kembali Rafah merupakan pintu gerbang esensial bagi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza, sebuah wilayah yang telah luluh lantak akibat konflik berkepanjangan. Jalur ini, meskipun menjadi bagian dari kerangka kerja gencatan senjata yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu, tetap tertutup rapat sejak pasukan Israel mengambil alih kendali. Tekanan diplomatik dari utusan AS, yang dilaporkan mendesak pejabat Israel selama pembicaraan di Yerusalem baru-baru ini, memainkan peran krusial dalam keputusan ini.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperjelas bahwa pembukaan kembali ini "hanya untuk lalu lintas pejalan kaki, dengan tunduk pada mekanisme inspeksi penuh Israel". Pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X kantor PM Israel juga menegaskan bahwa langkah tersebut akan bergantung pada pemulangan semua sandera yang masih hidup serta "upaya 100% dari Hamas untuk menemukan dan memulangkan semua sandera yang telah meninggal".
Saat ini, militer Israel dilaporkan tengah melakukan pencarian intensif di sebuah pemakaman di Jalur Gaza untuk menemukan jenazah sandera terakhir, Ran Gvili. "Setelah operasi ini selesai, dan sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan AS, Israel akan membuka penyeberangan Rafah," demikian ditegaskan oleh Kantor Netanyahu. Pengumuman ini juga selaras dengan pernyataan administrator Gaza yang baru diangkat, Ali Shaath, yang sebelumnya mengindikasikan bahwa penyeberangan tersebut akan dibuka dua arah minggu ini. "Bagi warga Palestina di Gaza, Rafah lebih dari sekadar gerbang, itu adalah jalur kehidupan dan simbol peluang," ujar Shaath dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Desakan global dari para pemimpin dunia dan berbagai badan bantuan kemanusiaan untuk meningkatkan akses konvoi kemanusiaan ke Gaza telah berlangsung berulang kali. Laporan dari media Israel juga mengkonfirmasi bahwa utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, secara langsung mendesak Perdana Menteri Netanyahu untuk membuka kembali Rafah selama pertemuan mereka di Yerusalem. Pembukaan kembali penyeberangan Rafah, meskipun dengan batasan dan syarat ketat, diharapkan dapat membawa secercah harapan bagi jutaan warga Gaza yang sangat membutuhkan bantuan.

