Tentara Israel baru-baru ini mengumumkan sebuah perkembangan signifikan dalam upaya pemulangan warganya. Jenazah Ran Gvili, yang diyakini sebagai sandera terakhir yang ditahan oleh kelompok Hamas di Jalur Gaza, telah berhasil ditemukan dan kini dalam proses pemulangan ke tanah air. Internationalmedia.co.id – News. Pengumuman ini menandai babak akhir dari misi pencarian yang panjang dan penuh tantangan.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengonfirmasi bahwa setelah melalui serangkaian proses identifikasi yang cermat oleh Pusat Kedokteran Forensik Nasional, bekerja sama dengan Kepolisian Israel dan Rabbinat Militer, keluarga almarhum Ran Gvili telah diberitahu. Jenazah Gvili kini akan dimakamkan. "Dengan demikian, semua sandera yang ditahan di Jalur Gaza telah dipulangkan," tegas Adraee, menandai berakhirnya penantian panjang bagi banyak keluarga.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilansir AFP, menyatakan bahwa Israel telah menuntaskan misi moralnya. "Pengembalian para sandera, termasuk sandera terakhir yang meninggal, dilakukan selama dua tahun pertempuran sengit dan mewakili janji antara IDF (militer) dan warga Negara Israel — untuk tidak pernah meninggalkan siapa pun," ujar pernyataan militer yang mengutip Netanyahu. Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk membawa pulang semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang gugur, menyebutnya sebagai "pencapaian luar biasa bagi Negara Israel."
Ran Gvili, yang dijuluki "Pembela Alumim" oleh keluarga dan komunitas kibbutz-nya, adalah seorang perwira polisi. Ia gugur dalam pertempuran sengit di dekat komunitas tersebut pada hari serangan awal, dan jenazahnya kemudian dibawa ke Gaza oleh militan Hamas. Otoritas Israel telah mengonfirmasi kepada orang tuanya pada Januari 2024 bahwa perwira muda itu tewas pada hari kejadian dan jasadnya telah ditawan. Penemuan dan pemulangan jenazahnya kini menutup lembaran duka yang telah berlangsung selama ini.

