Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Beri Ultimatum Iran Balas Mengancam
Trending Indonesia

Trump Beri Ultimatum Iran Balas Mengancam

GunawatiBy Gunawati29-01-2026 - 07.15Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Beri Ultimatum Iran Balas Mengancam
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras bahwa ‘waktu hampir habis’ bagi Iran yang menolak bernegosiasi. Merespons ultimatum tersebut, Teheran menegaskan kesiapan penuh pasukannya untuk menanggapi setiap potensi agresi AS. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, situasi krusial ini mencuat pada Kamis (29/1/2026), sebagaimana dilansir AFP.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, segera memperingatkan bahwa pasukan Iran ‘siap menembak’ dan akan ‘menanggapi dengan kuat’ setiap operasi militer yang dilancarkan AS. Namun, di tengah retorika keras tersebut, Araghchi juga secara mengejutkan tidak menutup pintu bagi kemungkinan kesepakatan baru mengenai program nuklir Teheran, sebuah poin yang sebelumnya ditolak oleh Trump.

Trump Beri Ultimatum Iran Balas Mengancam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Melalui platform X, Araghchi menyatakan, "Iran selalu menyambut baik KESEPAKATAN NUKLIR yang saling menguntungkan, adil, dan setara – dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, serta intimidasi – yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir DAMAI, dan menjamin tidak ada senjata nuklir." Ia menambahkan bahwa senjata semacam itu "tidak memiliki tempat dalam perhitungan keamanan kami dan kami tidak pernah berupaya untuk memperolehnya." Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali klaim Teheran yang telah lama dipegang, meski kerap ditanggapi skeptis oleh ibu kota-ibu kota Barat, bahwa program nuklirnya semata-mata berfokus pada penelitian dan pengembangan energi sipil.

Namun, nada yang jauh lebih keras dan mengancam datang dari Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Berbeda dengan pendekatan Araghchi yang sedikit lebih diplomatis, penasihat tersebut memposting pesan di X yang secara eksplisit memperingatkan akan konflik berskala penuh dan serangan terhadap sekutu AS, Israel. "Serangan terbatas adalah ilusi," tulisnya. Ia melanjutkan, "Setiap tindakan militer, dari Amerika, dari asal mana pun dan pada tingkat berapa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya, menargetkan jantung Tel Aviv dan semua pendukung agresor."

Dua pesan yang kontras dari Teheran ini menggarisbawahi kompleksitas situasi dan potensi eskalasi di tengah ultimatum dari Washington. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak di tengah ancaman perang yang semakin nyata.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Situasi Lebanon Selatan Memanas Israel Perluas Serangan

27-03-2026 - 21.30

Siapa yang Berbohong Soal Selat Hormuz

27-03-2026 - 21.15

Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah

27-03-2026 - 21.00

Pertemuan Rahasia AS Iran Segera Terjadi

27-03-2026 - 18.45

Dolar AS Berubah Drastis Tanda Tangan Trump Terukir

27-03-2026 - 18.30

Warisan Dunia Iran Terancam Hancur Akibat Perang

27-03-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.