Trump Beri Peringatan Keras Iran Bakal Lenyap
Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat demonstrasi berdarah di Iran, di mana Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh AS dan Israel bertanggung jawab atas kematian ribuan orang selama protes anti-pemerintah. Khamenei bahkan menyebut Trump sebagai seorang "kriminal" yang terlibat langsung dalam kekerasan di Iran.

Pernyataan Khamenei ini dibalas dengan peringatan dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menegaskan bahwa serangan terhadap Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang oleh Iran. Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shekarchi, juga menambahkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika pemimpin mereka diserang.
"Trump tahu bahwa jika tangan agresi diulurkan ke arah pemimpin kami, kami tidak hanya akan memutus tangan itu, tapi kami akan membakar dunia mereka dan tidak akan memberi mereka tempat berlindung yang aman di wilayah ini," tegas Shekarchi.
Menanggapi ancaman-ancaman tersebut, Trump memberikan instruksi yang sangat tegas kepada AS untuk "memusnahkan" Iran jika sesuatu terjadi padanya. "Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Apa pun yang terjadi, mereka akan memusnahkan mereka dari muka bumi," kata Trump dalam sebuah wawancara.
Iran sendiri saat ini tengah berupaya memulihkan situasi pasca-kerusuhan yang terjadi selama aksi-aksi protes anti-pemerintah yang merupakan demonstrasi terbesar sejak revolusi Islam tahun 1979. Kelompok hak asasi manusia memperkirakan lebih dari 4.000 orang tewas selama protes tersebut. Aksi demonstrasi ini dipicu oleh kesulitan ekonomi yang dialami warga Iran sejak Desember 2025, di mana mata uang Iran mencapai titik terendah.
