Internationalmedia.co.id – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi serangan militer. Dalam pernyataan yang bernada ancaman, Araghchi menegaskan bahwa Iran akan merespons dengan kekuatan penuh jika diserang.
"Jika kami diserang lagi, angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan ragu untuk membalas dengan semua yang kami miliki," tegas Araghchi, seperti dikutip internationalmedia.co.id, Rabu (21/1/2026). Ia menambahkan bahwa konfrontasi habis-habisan akan menjadi sangat dahsyat dan berkepanjangan, meluas ke wilayah yang lebih luas dan berdampak global.

Pernyataan ini muncul di tengah pergerakan kapal induk Amerika Serikat menuju Timur Tengah, yang memicu spekulasi tentang potensi eskalasi ketegangan di kawasan tersebut. Araghchi menyampaikan ancaman tersebut melalui artikel opini di The Wall Street Journal, di mana ia juga menyalahkan demonstran bersenjata atas kerusuhan yang terjadi.
Meskipun menegaskan bahwa pernyataannya bukanlah ancaman, Araghchi menekankan bahwa ia merasa perlu menyampaikan realitas ini secara eksplisit, mengingat perannya sebagai diplomat dan veteran yang membenci perang. Ia juga menyinggung upaya Israel dan sekutunya untuk memprovokasi konflik dengan Iran, memperingatkan bahwa konfrontasi akan melampaui batas waktu yang mereka bayangkan dan berdampak luas.
Sementara itu, negara-negara Timur Tengah, terutama negara-negara Teluk Arab, dilaporkan telah melobi Presiden AS untuk menghindari serangan terhadap Iran. Sebelumnya, Iran juga sempat menutup wilayah udaranya, diduga sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan. Pergerakan kapal induk USS Abraham Lincoln menuju Timur Tengah semakin memperkuat kekhawatiran akan potensi konflik di kawasan tersebut.
