Internationalmedia.co.id – News – Rentetan serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Kamis (8/1) waktu setempat dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk lima anak-anak. Insiden tragis ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya menghentikan sebagian besar pertempuran, memicu kekhawatiran akan runtuhnya kesepakatan damai yang rapuh.
Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengungkapkan kepada kantor berita AFP bahwa di Gaza selatan, empat orang, termasuk tiga anak, tewas akibat serangan drone yang menghantam tenda pengungsian. Sementara itu, di bagian utara Jalur Gaza, seorang anak perempuan berusia 11 tahun kehilangan nyawa di dekat kamp pengungsi Jabalia. Serangan lain juga menargetkan sebuah sekolah, menewaskan satu orang, dan sebuah drone di dekat Khan Younis di selatan merenggut nyawa seorang pria. Dua warga Gaza lainnya, termasuk seorang anak, juga dilaporkan tewas dalam serangan terpisah.

Bassal menambahkan, pada Kamis malam, empat orang lagi tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di wilayah timur Kota Gaza. Upaya penyelamatan sedang berlangsung untuk mencari korban yang hilang. "Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 13 akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi ini, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata," tegas Bassal.
Ketika dimintai konfirmasi, militer Israel menyatakan sedang memeriksa laporan tersebut. Sebelumnya pada hari yang sama, militer Israel mengklaim sebuah proyektil diluncurkan "dari wilayah Kota Gaza menuju Negara Israel" namun jatuh di Jalur Gaza. "Tak lama kemudian, (militer) secara tepat menggempur titik peluncuran," demikian pernyataan militer Israel.
Gencatan senjata di Gaza, yang disponsori Amerika Serikat dan berlaku sejak 10 Oktober, seharusnya menghentikan pertempuran antara pasukan Israel dan Hamas. Namun, kedua belah pihak sering kali saling menuduh melakukan pelanggaran. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan kepada AFP bahwa serangan hari Kamis ini "mengkonfirmasi penolakan pendudukan Israel terhadap komitmennya terhadap gencatan senjata."
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa setidaknya 425 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Salah satu hari paling mematikan terjadi pada 22 November, ketika 21 orang tewas dalam serangan Israel. Di sisi lain, militer Israel mengklaim tiga tentaranya tewas dibunuh militan selama periode yang sama.
