Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan pernah tunduk pada dominasi Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul meskipun Washington mengklaim telah mengendalikan penuh Venezuela pasca-penggulingan Nicolas Maduro. Rodriguez bersumpah untuk tidak menyerah, menegaskan kedaulatan bangsanya di tengah tekanan global.
"Kami tidak tunduk atau ditaklukkan," tegas Rodriguez dalam sebuah upacara penuh haru yang didedikasikan untuk mengenang 100 warga Venezuela yang gugur selama serangan AS. Acara tersebut menjadi platform bagi Rodriguez untuk menyuarakan semangat perlawanan yang kuat. Ia melanjutkan, "Tidak ada yang menyerah. Ada pertempuran untuk tanah air," merujuk pada insiden serangan AS pada 3 Januari lalu yang menelan banyak korban jiwa.

Di sisi lain Atlantik, Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump dan Sekretaris Pers Karoline Leavitt, secara terbuka mengklaim memiliki pengaruh signifikan atas pemerintahan sementara Venezuela. Klaim ini muncul setelah penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro, yang menurut Washington, membuka jalan bagi pengaruh maksimal AS.
Leavitt, dalam konferensi persnya, menyatakan bahwa keputusan otoritas sementara Venezuela akan "didikte" oleh Amerika Serikat. "Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini," ujarnya, seraya menambahkan bahwa AS "terus berkoordinasi erat" dengan mereka. Rencana Presiden Trump untuk bertemu dengan para eksekutif minyak AS pada Jumat (9/1) besok untuk membahas sektor minyak Venezuela semakin menggarisbawahi upaya Washington untuk membentuk masa depan ekonomi negara tersebut.
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang mendalam antara kedaulatan Venezuela yang dipertahankan oleh Rodriguez dan ambisi geopolitik Amerika Serikat yang ingin mengendalikan arah politik dan ekonomi Caracas.
