Internationalmedia.co.id – News – Sydney, kota pelabuhan yang kerap dijuluki "ibu kota tahun baru dunia," akan menyambut pergantian tahun ke 2026 dengan nuansa yang berbeda dari biasanya. Persiapan pesta kembang api kolosal yang menjadi ikon kota ini diselimuti oleh suasana duka dan refleksi, menyusul tragedi penembakan massal di Pantai Bondi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sebagai bentuk penghormatan mendalam bagi para korban, perayaan malam tahun baru di Sydney akan mengheningkan cipta selama satu menit tepat pada pukul 23.00 waktu setempat. Pada momen tersebut, Jembatan Pelabuhan Sydney yang tersohor akan bermandikan cahaya putih, sebuah simbol perdamaian dan harapan di tengah kesedihan.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dalam pernyataan video pada Rabu (31/12), mengakui adanya perpaduan emosi yang kuat. "Saat ini, kegembiraan yang biasanya kita rasakan di awal tahun baru diimbangi oleh kesedihan," ungkapnya, menggambarkan sentimen yang dirasakan banyak warga.
Kemuraman ini berakar dari insiden mengerikan dua pekan sebelumnya, ketika Sydney diguncang penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Dua pelaku, seorang ayah dan anak laki-lakinya, melepaskan tembakan brutal di sebuah festival keagamaan Yahudi di Pantai Bondi yang ramai pengunjung. Peristiwa tragis ini tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia dalam kurun waktu hampir 30 tahun terakhir.
Meski demikian, semangat perayaan tetap membara. Ratusan ribu orang diperkirakan akan memadati tepi pantai Sydney, menantikan sembilan ton kembang api meledak di langit tepat saat jarum jam menunjukkan pergantian tahun. Sejak sore, perahu-perahu layar telah memenuhi perairan sekitar Sydney Opera House dan Harbour Bridge, berebut posisi terbaik untuk menyaksikan pertunjukan cahaya yang spektakuler.
Seorang warga Sydney berusia 32 tahun, Steph Grant, menyuarakan harapannya untuk tahun yang lebih baik. "Tahun ini menjadi tahun yang sulit bagi banyak orang. Semoga dunia terlihat lebih cemerlang di tahun 2026," ujarnya. Antusiasme juga datang dari wisatawan, seperti Susana Suisikli, turis asal Inggris, yang mengaku sangat gembira bisa menyaksikan langsung. "Kembang api selalu ada dalam daftar keinginan saya dan saya sangat senang berada di sini," katanya.
Keamanan menjadi prioritas utama. Pasukan kepolisian bersenjata lengkap terlihat berpatroli di antara kerumunan, menunjukkan peningkatan kewaspadaan dan memastikan kelancaran serta keamanan acara.
Sydney akan menjadi salah satu kota besar pertama yang memulai rangkaian perayaan tahun baru global, yang kemudian akan menyebar hingga ke New York di Amerika Serikat dan festival Hogmanay di jalanan Skotlandia yang dingin. Di belahan dunia lain, Pantai Copacabana di Brasil bersiap menyambut lebih dari 2 juta orang dalam pesta yang diklaim sebagai perayaan malam tahun baru terbesar di dunia. Sementara itu, di Hong Kong, pertunjukan kembang api di Victoria Harbour dibatalkan sebagai penghormatan kepada 161 korban tewas dalam kebakaran mematikan pada November lalu, menunjukkan bahwa momen refleksi dan duka juga menyelimuti perayaan di berbagai penjuru dunia.
