Internationalmedia.co.id – News – Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, kembali menjadi sorotan publik setelah harus menjalani serangkaian prosedur medis di rumah sakit. Kali ini, bukan karena luka lama, melainkan cegukan berulang yang telah menghantuinya selama berbulan-bulan. Bolsonaro, yang saat ini menjalani hukuman 27 tahun penjara akibat percobaan kudeta, dibantarkan ke Rumah Sakit DF Star di Brasilia untuk mengatasi masalah kesehatan yang tak biasa ini.
Mantan presiden berusia 70 tahun itu awalnya menjalani operasi hernia inguinalis pada hari Kamis lalu. Operasi tersebut dilaporkan berjalan lancar tanpa insiden. Namun, tim medis kemudian menentukan bahwa untuk mengatasi cegukan kronisnya, diperlukan tindakan lebih lanjut berupa blok anestesi pada saraf frenikus. Saraf ini memiliki peran vital dalam mengontrol diafragma, organ kunci dalam proses pernapasan dan pemicu cegukan.

Dokter pribadi Bolsonaro, Claudio Birolini, menjelaskan kepada awak media bahwa prosedur tersebut melibatkan pencarian saraf menggunakan mesin ultrasound, kemudian menyuntiknya dengan analgesik lokal. "Berjalan lancar," tambah dokter lainnya, Mateus Saldanha, mengonfirmasi keberhasilan tindakan tersebut. Birolini menegaskan bahwa ini bukan operasi besar yang memerlukan sayatan, melainkan prosedur yang memakan waktu sekitar satu jam. Sisi kanan saraf Bolsonaro telah diobati pada hari Sabtu, sementara prosedur untuk mengobati sisi kiri saraf dijadwalkan pada hari Senin berikutnya.
Sembilan Bulan Penderitaan Akibat Cegukan
Istri Bolsonaro, Michelle Bolsonaro, mengungkapkan penderitaan suaminya melalui unggahan Instagram. "Kekasihku baru saja pergi ke pusat bedah untuk menjalani blokade saraf frenikus," tulis mantan ibu negara itu pada hari Sabtu. Ia menambahkan, "Sudah sembilan bulan berjuang dan menderita dengan hambatan harian," menggambarkan betapa parahnya kondisi yang dialami suaminya.
Mantan presiden sayap kanan yang berkuasa dari tahun 2019 hingga 2022 ini memang memiliki riwayat kesehatan yang kompleks. Selama bertahun-tahun, ia telah berurusan dengan dampak luka tusuk di perut yang dideritanya selama rapat umum kampanye pada tahun 2018, yang membutuhkan beberapa operasi besar sebelumnya.
Vonis 27 Tahun dan Kembali ke Penjara
Kondisi kesehatan Bolsonaro ini terjadi di tengah masa hukumannya. Mahkamah Agung Brasil sebelumnya menyatakan Bolsonaro bersalah atas konspirasi untuk tetap berkuasa setelah kalah dalam pemilihan umum 2022 dari kandidat sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva. Atas perbuatannya, ia dijatuhi hukuman penjara 27 tahun.
Upaya kudeta tersebut gagal karena kurangnya dukungan dari para petinggi militer. Bolsonaro sendiri bersikeras menyatakan tidak bersalah, dengan alasan ia dianiaya oleh Mahkamah Agung. Setelah sempat menjalani tahanan rumah dari Agustus hingga dipenjara pada 22 November, ia kini harus kembali ke rumah sakit. Setelah pulih dan keluar dari rumah sakit, Bolsonaro akan kembali menjalani hukumannya di penjara polisi federal di ibu kota untuk melanjutkan masa tahanannya.
Dalam perkembangan terkait, Mahkamah Agung Brasil pada hari Sabtu juga memerintahkan tahanan rumah untuk 10 pejabat dari pemerintahan Bolsonaro yang terlibat dalam perencanaan kudeta, mencari pembenaran hukum untuk kudeta tersebut, atau menyebarkan disinformasi di media sosial. Kesepuluh pejabat tersebut telah divonis bersalah tetapi dibebaskan dari penjara karena proses banding yang sedang berlangsung. Salah satu pejabat, Silvinei Vasques, bahkan ditahan di Paraguay pada hari Jumat setelah diduga mencoba naik pesawat dengan dokumen palsu.
