Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kancah internasional kembali diwarnai serangkaian peristiwa mengejutkan yang berpotensi mengubah dinamika geopolitik global. Dari keputusan kontroversial Israel terkait permukiman dan seruan kepulangan Yahudi, hingga insiden ledakan mematikan di Moskow dan pengejaran kapal tanker oleh AS, hari ini, Senin (22/12/2025), menjadi saksi bisu berbagai ketegangan dan perkembangan signifikan yang menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id.
Israel Gencarkan Ekspansi dan Seruan Kontroversial

Kabinet keamanan Israel telah menyetujui pembangunan 19 permukiman baru di wilayah Tepi Barat, sebuah langkah yang segera memicu kecaman internasional. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang dikenal sebagai pendukung kuat perluasan permukiman Yahudi, secara terbuka menyatakan bahwa keputusan ini bertujuan untuk mencegah pembentukan negara Palestina. Persetujuan ini datang hanya beberapa hari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti bahwa ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat telah mencapai tingkat tertinggi sejak 2017, dan semuanya dianggap ilegal di bawah hukum internasional.
Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengeluarkan seruan mendesak kepada komunitas Yahudi di negara-negara Barat seperti Inggris, Prancis, Australia, Kanada, dan Belgia untuk "pulang" ke Israel. Seruan ini disampaikan menyusul insiden penembakan yang menewaskan sedikitnya 15 orang dalam perayaan Yahudi di Pantai Bondi, Australia, pekan lalu. Saar menegaskan, "Orang Yahudi berhak untuk hidup aman di mana pun. Tetapi kita melihat dan sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi, dan kita memiliki pengalaman sejarah tertentu. Hari ini, orang-orang Yahudi diburu di seluruh dunia." Seruan ini disampaikan saat menghadiri acara penyalaan lilin publik pada Minggu (21/12) waktu setempat, menandai hari terakhir festival keagamaan Yahudi, Hanukkah.
Kontroversi Israel semakin memanas dengan usulan Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, yang "tidak biasa". Ben Gvir mengusulkan pembangunan "fasilitas penahanan yang dikelilingi buaya" untuk menampung tahanan Palestina. Otoritas Penjara Israel saat ini sedang mengkaji proposal ekstrem ini, yang dilaporkan media lokal Channel 13 pada Minggu (21/12) waktu setempat.
Ketegangan Geopolitik: AS Buru Kapal, Moskow Diguncang Bom
Di belahan dunia lain, ketegangan juga meningkat. Otoritas Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) terlibat dalam pengejaran kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela. Ini merupakan operasi kedua dalam akhir pekan ini, dan kapal tanker ketiga yang menjadi target Washington dalam waktu kurang dari sepekan. Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa kapal tanker tersebut berada di bawah sanksi. Media seperti Bloomberg dan Anadolu Agency mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Bella 1, sebuah kapal berbendera Panama yang juga masuk daftar sanksi AS.
Sementara itu, Moskow diguncang oleh ledakan bom mematikan di wilayah selatan pada Senin (22/12) waktu setempat. Insiden tragis ini menewaskan Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, seorang jenderal senior Rusia yang menjabat sebagai kepala departemen pelatihan pada Kantor Staf Umum Rusia. Komite Investigasi Rusia telah meluncurkan penyelidikan atas dugaan "pembunuhan" Sarvarov, dengan dugaan awal bahwa bom dipasang di bawah mobilnya.
Berbagai peristiwa ini menunjukkan betapa dinamisnya lanskap global, di mana keputusan politik, insiden keamanan, dan ketegangan geopolitik terus membentuk narasi berita internasional hari ini, seperti yang disajikan oleh internationalmedia.co.id.
