Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) hari ini bersiap menggelar unjuk rasa besar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Aksi ini diprediksi akan memengaruhi arus lalu lintas, sehingga pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa demo ini menjadi sorotan utama di ibu kota.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan bersifat situasional. "Kami jamin rekayasa lalu lintas sifatnya situasional. Apabila terjadi kepadatan arus, kita akan melakukan pengalihan ataupun rekayasa lalu lintas secara situasional," ujar Budi kepada awak media, Selasa (18/8). Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa memperhatikan informasi dan petunjuk dari petugas di lapangan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, Merdeka Selatan, dan Monas.

Budi juga menegaskan agar massa aksi mempertimbangkan lokasi unjuk rasa. Ia menyarankan agar tidak melakukan demo di Bundaran HI hingga kawasan Sudirman, mengingat area tersebut merupakan pusat kegiatan masyarakat dan perekonomian vital. "Apabila tempat-tempat ini dijadikan tempat penyampaian aspirasi, akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya. Kita harus membangun empati, kita harus berpikir bahwa kegiatan aktivitas masyarakatnya juga hal yang penting," tambahnya. Pihak kepolisian mendorong agar aksi dapat digelar di titik-titik lain yang tidak mengganggu aktivitas publik secara signifikan.
Untuk mengamankan jalannya berbagai kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat lainnya, total 9.242 personel dikerahkan. Angka ini menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menjaga ketertiban dan kelancaran.
Sementara itu, Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan, mengungkapkan bahwa unjuk rasa hari ini bertajuk #MerebutKemerdekaan. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta atas potensi kemacetan yang mungkin timbul. Namun, Yatalatof memberikan justifikasi yang mendalam. "Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk," tegasnya pada Selasa (18/8).
Aksi BEM UI ini membawa delapan tuntutan krusial yang disuarakan untuk pemerintah. Tuntutan-tuntutan tersebut mencerminkan kegelisahan mahasiswa terhadap berbagai isu nasional. Berikut adalah delapan tuntutan utama BEM UI:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Wujudkan reforma agraria sejati.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
- Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
- Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
