Internationalmedia.co.id – News melaporkan, sebuah serangan drone brutal telah menghantam rumah sakit militer di kota Dilling, Sudan Selatan, pada Minggu (14/12) waktu setempat. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil dan menyebabkan dua belas orang lainnya mengalami luka-luka. Informasi mengenai dampak serangan mematikan ini disampaikan oleh seorang petugas kesehatan dari rumah sakit tersebut kepada kantor berita AFP pada Senin (16/12).
Petugas medis yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menjelaskan bahwa para korban tewas dan luka-luka terdiri dari pasien serta para pendamping mereka yang sedang berada di rumah sakit. Ia menambahkan, fasilitas kesehatan militer ini memiliki peran krusial karena tidak hanya melayani personel militer, tetapi juga menjadi tumpuan utama bagi penduduk kota Dilling dan area sekitarnya.

Kota Dilling sendiri terletak di negara bagian Kordofan Selatan, sebuah wilayah yang telah lama menjadi pusat konflik bersenjata dan dikenal sangat rawan. Meskipun saat ini berada di bawah kendali tentara Sudan, Dilling tengah dikepung oleh pasukan paramiliter rival, memperparah ketegangan dan penderitaan di area tersebut.
Kordofan Raya kini menjadi salah satu medan pertempuran paling sengit dalam perang saudara di Sudan, di mana militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) saling berebut kendali atas wilayah selatan yang luas. RSF, bersama sekutunya dari faksi Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N) yang dipimpin Abdelaziz al-Hilu, dilaporkan menguasai sebagian besar wilayah Kordofan. Pasukan gabungan ini telah mengepung sejumlah kota penting, termasuk Dilling dan ibu kota Kordofan Selatan, Kadugli, yang berjarak sekitar 120 kilometer ke selatan.
Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut sangat memprihatinkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melaporkan bahwa kelaparan melanda Kadugli sejak September. Dilling diperkirakan menghadapi kondisi serupa, meskipun akses terbatas menghambat pengumpulan data resmi untuk penetapan status tersebut. Serangan drone terhadap rumah sakit ini terjadi hanya sehari setelah insiden serupa menghantam pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB di Kadugli, yang menewaskan enam tentara asal Bangladesh, menandakan eskalasi kekerasan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
(internationalmedia.co.id/news)
