Bos Gendut Tumbang Sahroni Desak BNN Sikat Semua
Sebuah operasi besar-besaran oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggulung salah satu gembong narkoba paling dicari di Jakarta Utara. MR, yang dikenal luas dengan julukan ‘Bos Gendut’, tak berkutik saat diringkus di sarangnya, Kampung Bahari, Tanjung Priok. Penangkapan ini menjadi sorotan utama, sebagaimana dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, langsung menyuarakan desakan agar BNN tidak berhenti di sini, melainkan terus memburu bandar-bandar besar lainnya.

Sahroni menegaskan pentingnya memaksimalkan upaya penangkapan terhadap seluruh bandar besar. "Jangan lengah, tetap operasi untuk pemberantasan narkotika. Ini merusak generasi bangsa ke depan," ujarnya saat dihubungi pada Senin. Ia menyoroti bahwa masih banyak jaringan narkoba yang beroperasi di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Utara yang kerap menjadi titik merah peredaran barang haram. Politisi ini meminta BNN dan seluruh aparat penegak hukum lainnya untuk tetap sigap dan tidak mengendurkan operasi.
Operasi yang dilakukan BNN pada Kamis (13/8) lalu ini diawali dengan penangkapan MR di sekitar Kampung Bahari. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, menjelaskan kronologi penangkapan. "Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan," kata Brigjen Roy. Saat pengembangan di dalam Kampung Bahari, petugas sempat mendapat perlawanan sengit. Loyalis MR melempari petugas dengan mercon, namun upaya tersebut sia-sia. Aparat berhasil memukul mundur massa dan mengamankan beberapa loyalis.
Ahmad Sahroni menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan BNN dalam meringkus Bos Gendut. Ia mendorong agar intensitas pemberantasan narkoba terus ditingkatkan. "Apresiasi besar buat BNN yang sering-sering melakukan penindakan pemberantasan peredaran narkotika di Indonesia, terutama di Jakarta Utara. Ini bentuk komitmen negara untuk meminimalisir peredaran narkotika yang bisa merusak generasi bangsa. BNN jangan setop sampai di sini, teruskan penindakan seperti ini," tegas Sahroni. Ia juga mengingatkan bahwa Jakarta Utara adalah salah satu wilayah yang mendapat ‘catatan merah’ terkait peredaran narkoba, sehingga membutuhkan perhatian dan operasi khusus secara berkelanjutan.
Penangkapan Bos Gendut menandai satu langkah maju dalam perang melawan narkoba, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan masih panjang. Dengan bandar-bandar lain kini dalam bidikan petugas, BNN bersama aparat penegak hukum lainnya berkomitmen untuk terus membersihkan Indonesia dari ancaman narkotika.
