Penolakan Zelensky terhadap rencana perdamaian yang didukung mantan Presiden Donald Trump mengguncang dunia. Zelensky merasa terpojok, menyebut rencana itu sebagai "pilihan yang sangat sulit" bagi Kyiv. Ia merasa dipaksa memilih antara kehilangan martabat bangsa atau berisiko kehilangan dukungan dari sekutu utama, AS. Zelensky bersikeras tidak akan mengkhianati Ukraina dan berjanji akan mengajukan alternatif yang lebih baik.
Putin Tebar Ancaman: Tolak Damai, Siap-siap Kehilangan Lebih Banyak Wilayah!

Putin menyambut baik usulan perdamaian AS sebagai dasar potensial untuk mengakhiri konflik. Namun, ia dengan nada mengancam menyatakan bahwa jika Ukraina menolak, pasukan Rusia akan terus maju dan merebut wilayah tambahan. Rencana perdamaian AS, yang terdiri dari 28 poin, tampaknya mengakomodasi banyak tuntutan Moskow sejak invasi Februari 2022.
Trump Beri Zelensky Deadline: Setujui atau…
Donald Trump mendesak Zelensky untuk segera menyetujui rencana perdamaian AS sebelum tanggal 27 November. Rencana tersebut, yang diklaim disusun secara diam-diam selama sebulan terakhir, mewajibkan Ukraina menyerahkan sebagian wilayah timurnya dan memangkas kekuatan militernya. Tuntutan ini telah lama ditolak mentah-mentah oleh Kyiv.
FAA Keluarkan Peringatan untuk Penerbangan Sipil di Venezuela: Ada Apa Gerangan?
Regulator penerbangan AS (FAA) mengeluarkan peringatan mendesak bagi pesawat sipil yang melintasi wilayah udara Venezuela. Peringatan tersebut mengindikasikan potensi bahaya akibat "peningkatan aktivitas militer" di tengah lonjakan kehadiran pasukan AS di kawasan Karibia. FAA meminta semua pesawat untuk "berhati-hati" karena "situasi keamanan yang memburuk".
China Adukan Jepang ke PBB: Ancaman Intervensi Bersenjata?
China secara resmi mengadukan perselisihan diplomatik yang semakin panas dengan Jepang ke PBB. Beijing menuduh Tokyo mengancam "intervensi bersenjata" terkait Taiwan. Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, telah mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menyatakan tekad China untuk membela diri dalam perselisihan yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir.

