Ledakan dahsyat mengguncang kota suci Yerusalem pada Kamis (12/3), setelah militer Israel (IDF) melaporkan deteksi rudal yang ditembakkan dari Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, sistem pertahanan Israel segera diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut. "Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian pernyataan militer Israel di platform Telegram, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP.
Di sisi lain, militer Iran mengklaim telah berhasil menargetkan pangkalan militer vital Israel serta markas besar dinas keamanan negara, Shin Bet. Televisi pemerintah Iran menyiarkan pernyataan militer yang menyebutkan, "Pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik rezim Zionis serta markas besar Shin Bet menjadi sasaran drone dari militer Republik Islam Iran."

Serangan ini disebut-sebut sebagai respons balasan dari Iran menyusul serangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di Iran sejak akhir Februari lalu. Sebelumnya, Iran juga telah menggempur pangkalan-pangkalan militer AS dan Israel di kawasan tersebut, serta melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga sebagai bagian dari eskalasi konflik regional.
Pasukan Quds, unit elit Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), telah bersumpah untuk melancarkan pembalasan tanpa henti atas agresi AS-Israel yang berkelanjutan. Dalam pernyataan mereka, Quds berjanji akan "membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan." Mereka juga memperingatkan bahwa "musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia – bahkan di rumah mereka sendiri."
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (11/3) waktu setempat, Pasukan Quds mengecam serangan AS-Israel terhadap Republik Islam yang dimulai pada 28 Februari sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka mengklaim serangan tersebut telah menyebabkan wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior dan warga sipil Iran.
Pasukan Quds menegaskan komitmen mereka, "Kami tidak akan berhenti melawan sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan, dan bahwa kami akan membalas dendam atas kaum tertindas dan para martir dari para penindas dan kaum yang sombong." Pernyataan ini menggarisbawahi tekad Iran untuk terus melanjutkan konfrontasi hingga tujuan mereka tercapai.

