Internationalmedia.co.id – News – Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang kawasan timur laut Turki pada Jumat dini hari, 13 Maret. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada indikasi kerusakan signifikan maupun korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa seismik tersebut, memicu kewaspadaan di tengah masyarakat.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana dan Urusan Darurat Turki (AFAD), yang juga dikutip oleh berbagai kantor berita internasional, guncangan terjadi di area Provinsi Tokat tepatnya pada pukul 03.35 waktu setempat.

Sementara itu, Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) menginformasikan bahwa titik pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 35 kilometer di bawah permukaan tanah, sebuah kedalaman yang relatif dangkal dan berpotensi menimbulkan guncangan terasa kuat di permukaan.
AFAD kembali menegaskan bahwa belum ada laporan awal mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa. Pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap dampak gempa di seluruh wilayah terdampak, mengingat potensi laporan susulan.
Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan, Gubernur Provinsi Tokat telah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah pada hari Jumat, 13 Maret, memberikan waktu bagi pihak berwenang untuk memastikan keamanan fasilitas pendidikan.
Turki memang dikenal sebagai negara yang rawan gempa bumi, mengingat lokasinya yang dilintasi oleh beberapa lempeng tektonik dan garis patahan geologis aktif. Sejarah mencatat, banyak gempa dahsyat telah melanda negara ini, seringkali menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa.
Salah satu yang paling memilukan adalah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 pada Februari 2023. Bencana kala itu mengguncang wilayah barat daya Turki dan Suriah, menewaskan lebih dari 53.000 orang di Turki saja. Gempa tersebut juga meluluhlantakkan kota bersejarah Antakya, yang dulunya dikenal sebagai Antiokhia, meninggalkan trauma mendalam bagi penduduknya.

