Washington DC – Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan, mengklaim bahwa konflik militer melawan Iran kini "sangat tuntas" dan "hampir sepenuhnya selesai". Pernyataan ini disampaikan saat ia menyebut Washington jauh melampaui perkiraan awal durasi perang, yang sebelumnya diproyeksikan akan berlangsung selama empat hingga lima minggu.
Dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat, Trump secara tegas mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh total. "Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara," ujar Trump dari klub golfnya di Doral, Florida, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026). Ia menambahkan, "Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka."

Klaim Trump ini didukung oleh laporan militer AS yang sebelumnya mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 3.000 target di seluruh wilayah Iran hanya dalam minggu pertama operasi militer yang diberi sandi "Operation Epic Fury". "Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya," tegas Trump kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, menggambarkan kondisi kekuatan pertahanan Iran yang menurutnya telah hancur lebur.
Menyoroti kecepatan operasi, Trump menyatakan bahwa AS "sangat jauh lebih cepat dari jadwal" yang ia perkirakan sebelumnya. Ketika ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya konflik, Trump memberikan jawaban yang penuh teka-teki. "Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain," ungkapnya, menyiratkan bahwa keputusan akhir ada di tangannya.
Di tengah perkembangan ini, perhatian juga tertuju pada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang baru saja menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Trump menolak memberikan komentar spesifik atau pesan kepadanya. "Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak," tegas Trump, seraya menambahkan bahwa ia sebenarnya memiliki sosok lain yang ia inginkan untuk posisi tersebut, meskipun ia tidak merinci lebih lanjut. Sebelumnya, dilaporkan bahwa Trump "tidak senang" dengan penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin spiritual tertinggi Iran.
Serangan skala besar oleh AS dan Israel terhadap Iran telah berlangsung sejak 28 Februari lalu, memicu eskalasi konflik yang signifikan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan Trump ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak, menawarkan perspektif bahwa operasi militer yang intens tersebut mungkin akan segera mencapai titik akhir. Berbagai insiden telah mewarnai konflik ini, termasuk laporan serangan rudal Tomahawk yang menghantam fasilitas di Iran, di mana Trump sempat menegaskan bahwa AS bukanlah satu-satunya pihak yang memiliki kemampuan serangan tersebut.

