Washington DC – Amerika Serikat (AS) dikabarkan meluapkan kekecewaan mendalam atas skala serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap puluhan depot minyak di wilayah Iran akhir pekan lalu. Insiden yang memicu kebakaran hebat ini disebut-sebut membuat Presiden AS Donald Trump tidak senang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, berdasarkan laporan media AS, Axios, yang mengutip sejumlah sumber terpercaya, bahwa peristiwa ini menandai perselisihan signifikan pertama antara kedua sekutu sejak serangan terkoordinasi berskala besar mereka terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan Angkatan Udara Israel pada Sabtu (7/3) memicu kebakaran dahsyat di Teheran, dengan kobaran api raksasa terlihat dari jarak beberapa kilometer. Area ibu kota Iran diselimuti asap tebal yang mengepul di atas tangki penyimpanan bahan bakar dan kawasan industri setempat. Laporan lebih lanjut menyebutkan bahwa sekitar 30 depot bahan bakar di berbagai wilayah Iran menjadi target serangan tersebut.

Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengklaim bahwa depot bahan bakar yang diserang "digunakan oleh rezim Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai konsumen, termasuk organ-organ militernya". Pejabat Israel menambahkan, serangan ini dimaksudkan sebagai peringatan keras agar Iran berhenti menargetkan infrastruktur sipil Israel. Menurut pejabat Israel dan AS, IDF bahkan telah memberitahu militer AS sebelum serangan itu dilancarkan.
Namun, Washington justru terkejut dengan betapa luasnya skala serangan yang dilakukan Israel. Presiden Trump dilaporkan sangat tidak senang dengan tindakan sekutunya tersebut. Seorang penasihat Trump, yang identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kepada Axios, "Presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak. Dia ingin menyelamatkan minyak, bukan membakarnya. Dan itu mengingatkan orang-orang akan kenaikan harga bensin."
Para pejabat AS juga menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan terhadap infrastruktur yang melayani warga sipil Iran dapat menjadi bumerang secara strategis. Mereka khawatir hal ini justru akan memperkuat dukungan publik terhadap kepemimpinan Teheran dan semakin mendorong kenaikan harga minyak global. Seorang pejabat senior AS, yang juga enggan disebutkan namanya, dikutip Axios mengatakan, "Kami rasa itu bukan ide yang bagus."
Secara terpisah, seorang pejabat dari Tel Aviv membocorkan kepada Axios bahwa AS mengirimkan pesan singkat namun tajam kepada Israel yang berbunyi: "WTF". Laporan Axios juga menyebutkan, meskipun fasilitas yang diserang Israel bukanlah lokasi produksi minyak utama Iran, para pejabat AS sangat mengkhawatirkan rekaman video yang menunjukkan depot bahan bakar terbakar hebat dapat mengganggu pasar energi global.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih dan militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

