Washington DC – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melayangkan kritik tajam yang memicu perdebatan publik. Kali ini, sasarannya adalah pertunjukan paruh waktu Super Bowl LX yang menampilkan rapper sensasional asal Puerto Rico, Bad Bunny. Trump tanpa ragu menyebut penampilan tersebut sebagai "sangat buruk" dan bahkan "salah satu yang terburuk sepanjang masa." Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa kecaman ini disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social sesaat setelah pertunjukan berakhir pada Minggu (8/2) waktu setempat.
Bad Bunny, atau yang memiliki nama asli Benito Antonio Martinez Ocasio, menjadi magnet utama di panggung megah Super Bowl LX yang dihelat di Santa Clara, California. Dengan membawakan lagu-lagu berbahasa Spanyol berbalut irama reggaeton, artis berusia 31 tahun ini menghadirkan nuansa segar yang belum pernah ada sebelumnya di panggung global Super Bowl. Ia baru saja meraih penghargaan Album of the Year pada Grammy Awards untuk album berbahasa Spanyolnya, "Debí Tirar Más Fotos."

Dalam serangkaian unggahan pedasnya, Trump tidak menahan diri. "Ini tidak masuk akal, merupakan penghinaan terhadap Kehebatan Amerika, dan tidak mewakili standar kesuksesan, kreativitas, atau keunggulan kita," tulis Trump. Ia juga secara spesifik mengkritik penggunaan bahasa Spanyol oleh Bad Bunny, menyatakan, "Tidak ada yang memahami sepatah kata pun yang diucapkan pria ini, dan tariannya menjijikkan, terutama bagi anak-anak kecil yang menonton dari seluruh AS, dan seluruh dunia." Menurut Trump, pertunjukan tersebut adalah "tamparan di wajah" bagi Amerika Serikat.
Kritik pedas ini bukanlah yang pertama kali dilontarkan Trump terhadap Bad Bunny. Beberapa minggu sebelum Super Bowl, Trump telah menyebut pemilihan rapper tersebut sebagai "headline performer" untuk Super Bowl Halftime Show sebagai "benar-benar konyol." Bad Bunny sendiri memang dikenal sebagai pengkritik vokal yang blak-blakan terhadap Trump, terutama terkait kebijakan imigrasi massal yang kontroversial. Ia juga secara terang-terangan mendukung Kamala Harris dalam pilpres 2024 lalu. Puncak kritik Bad Bunny terjadi saat menerima Grammy Awards pada 1 Februari lalu, di mana ia lantang menyerukan "ICE out" — merujuk pada Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS yang kerap menuai kontroversi.
Meskipun demikian, dalam penampilannya di Super Bowl Halftime Show, Bad Bunny tidak melancarkan serangan verbal langsung kepada Trump. Namun, di akhir pertunjukannya, setelah menyebutkan negara-negara Amerika Latin, Puerto Rico, AS, dan Kanada, ia membanting bola futbol yang bertuliskan "Bersama, kita adalah Amerika." Sebuah layar raksasa di stadion juga menampilkan pesan universal yang kuat: "Satu-satunya hal yang lebih kuat dari kebencian adalah cinta."
Pertunjukan paruh waktu Super Bowl sendiri merupakan segmen hiburan yang sangat dinantikan, disaksikan oleh jutaan pasang mata tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga secara global. Hal ini menjadikannya platform yang sangat berpengaruh untuk menyampaikan pesan atau memicu perdebatan, seperti yang terjadi kali ini antara Donald Trump dan Bad Bunny.

