Internationalmedia.co.id – News – Donald Trump, figur yang tak pernah luput dari sorotan, kembali mencuri perhatian dengan pengumuman ambisiusnya. Ia berencana mengirimkan sebuah kapal rumah sakit raksasa ke Greenland, wilayah otonom Denmark yang kaya sumber daya. Wilayah ini sebelumnya pernah menjadi objek ketertarikan intens bahkan ancaman pengambilalihan oleh Trump, kini menjadi tujuan misi kemanusiaan. Kapal tersebut, menurut klaimnya, akan difungsikan untuk merawat warga yang sakit di sana.
Menurut laporan AFP pada Minggu (22/2/2026), Trump secara spesifik menyatakan bahwa kapal itu akan melayani "banyak orang yang sakit, dan tidak dirawat di sana." Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menegaskan, "Kita akan mengirimkan kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit, dan tidak dirawat di sana." Ia menambahkan dengan nada antusias, "Sedang dalam perjalanan!!!"

Unggahan di platform Truth Social itu dilengkapi dengan sebuah gambar yang tampak seperti hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Gambar tersebut menampilkan USNS Mercy, sebuah kapal sepanjang 272 meter yang umumnya beroperasi di wilayah California selatan, berlayar megah menuju lanskap pegunungan bersalju di cakrawala. Meskipun demikian, belum ada kejelasan pasti apakah USNS Mercy yang spesifik ini yang akan diberangkatkan menuju Greenland.
Trump mengklaim bahwa inisiatif pengiriman kapal ini akan dikoordinasikan dengan Gubernur Jeff Landry (R-LA), sosok yang ditunjuk sebagai utusan khusus Trump untuk pulau Arktik tersebut sejak Desember lalu. Landry sendiri sempat menjadi sorotan awal bulan ini saat mengunggah foto dirinya bersama dua individu di perayaan Mardi Gras di New Orleans, sambil memegang bendera Greenland. "Senang sekali menjamu beberapa orang hebat dari Greenland," tulis Landry, menyiratkan adanya komunikasi awal.
Ketertarikan Trump yang mendalam terhadap Greenland sebelumnya telah memicu gelombang ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Denmark. Bagi Trump, wilayah Arktik yang kaya mineral ini dianggap krusial bagi kepentingan keamanan nasional AS dan aliansi NATO, terutama dalam konteks persaingan pengaruh dengan Rusia dan China di kawasan kutub.
Di tengah pusaran perhatian yang kembali tertuju pada Trump, Raja Frederik X dari Denmark sendiri baru saja menyelesaikan kunjungan ke Greenland awal pekan ini. Menariknya, Trump sempat menarik kembali ancamannya untuk merebut wilayah tersebut bulan lalu, menyusul tercapainya "kesepakatan kerangka kerja" dengan Kepala NATO Mark Rutte yang bertujuan untuk memastikan pengaruh AS yang lebih besar di kawasan tersebut.

