Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Buka Kartu Alien Dunia Bergetar
Trending Indonesia

Trump Buka Kartu Alien Dunia Bergetar

GunawatiBy Gunawati20-02-2026 - 18.00Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Buka Kartu Alien Dunia Bergetar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Jumat, 20 Februari 2026, ranah misteri dan geopolitik global bergejolak seiring serangkaian peristiwa penting yang menyita perhatian dunia. Puncak dari berita hari ini adalah instruksi mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan pembukaan dokumen-dokumen pemerintah terkait UFO dan kehidupan ekstraterestrial, sebuah langkah yang telah dinanti-nantikan selama puluhan tahun oleh sebagian masyarakat Amerika.

Melalui platform Truth Social miliknya, Trump secara eksplisit menyatakan, "Berdasarkan minat luar biasa yang ditunjukkan, saya akan mengarahkan Menteri Perang, dan Departemen serta Lembaga terkait lainnya, untuk memulai proses mengidentifikasi dan merilis dokumen-dokumen pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan alien dan ekstraterestrial, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO)." Meskipun tidak secara gamblang menyebutkan apakah dokumen rahasia akan dipublikasikan, Trump menambahkan bahwa berkas-berkas tersebut harus mencakup "semua informasi lain yang terkait dengan hal-hal yang sangat kompleks, tetapi sangat menarik dan penting ini."

Trump Buka Kartu Alien Dunia Bergetar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di tengah hiruk pikuk pengungkapan potensi rahasia kosmik, ketegangan geopolitik tak kalah menyita perhatian. Meningkatnya eskalasi di Timur Tengah menjadi sorotan utama. Pemerintah Iran, melalui Duta Besar untuk PBB Amir Saeid Iravani, secara tegas memperingatkan bahwa pangkalan militer, fasilitas, dan aset-aset Amerika Serikat akan menjadi "target yang sah" jika Washington menindaklanjuti ancaman dan serangan militernya. Pernyataan ini disampaikan dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan. Langkah ini menyusul pengerahan kapal perang, jet tempur, dan peralatan militer AS ke Timur Tengah oleh Presiden Trump, dalam upaya mencegah Iran memproduksi bom nuklir, tuduhan yang konsisten dibantah oleh Teheran.

Sementara itu, sekutu dekat AS, Inggris, dilaporkan belum memberikan lampu hijau kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam mendukung potensi serangan terhadap Iran. Sebuah laporan dari The Times menyebutkan bahwa AS sedang mempertimbangkan penggunaan pangkalan RAF Fairford, yang merupakan markas armada pesawat pengebom Amerika di Eropa. Presiden Trump dilaporkan telah berdiskusi dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengenai rencana tersebut pada Selasa (17/2) lalu. Para pejabat Inggris dikabarkan khawatir bahwa pemberian izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan RAF untuk operasi militer semacam itu dapat melanggar hukum internasional.

Di sisi lain konflik Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan pendiriannya bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang, sebelum perlucutan senjata Hamas secara total. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" di Washington, Amerika Serikat. Puluhan pemimpin dunia dan pejabat senior turut hadir dalam pertemuan dewan yang dibentuk pasca negosiasi gencatan senjata oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir pada Oktober lalu, yang bertujuan menghentikan perang dua tahun di Jalur Gaza.

Tragedi maritim juga mewarnai pemberitaan hari ini. Sebuah insiden kebakaran melanda kapal pesiar World Legacy yang berlayar menuju Singapura. Kebakaran ini menyebabkan seorang Anak Buah Kapal (ABK) berkebangsaan Indonesia meninggal dunia dan memaksa ratusan penumpang dievakuasi. Otoritas maritim Singapura mengonfirmasi bahwa kobaran api di kapal tersebut kini telah berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan cedera lain di antara awak kapal atau 271 penumpang di dalamnya, meskipun empat penumpang telah dibawa ke rumah sakit untuk "pemeriksaan medis lebih lanjut" sebagai tindakan pencegahan. Berita-berita ini, sebagaimana dirangkum oleh Internationalmedia.co.id – News, menjadi gambaran dinamika global yang kompleks pada hari Jumat ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Adik Raja Charles Terjerat Skandal Penahanan Singkat Menguak Misteri

21-02-2026 - 03.15

Senjata Ekonomi Trump Dilucuti Mahkamah Agung

21-02-2026 - 03.00

Iran Balas Ultimatum Trump Ini Isinya

20-02-2026 - 23.00

Iran Siap Balas Serangan Amerika

20-02-2026 - 21.00

Inggris Tahan AS dari Iran

20-02-2026 - 18.30

Masa Depan Gaza Tergantung Ini

20-02-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.